Menkeu Sri Mulyani Beberkan Kinerja Positif APBN di Awal 2022: Surplus Rp19,7 Triliun
Rabu, 13 April 2022 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan perkembangan tersebut, APBN di mana penerimaan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, sedangkan belanja relatif cukup baik perkembangannya sejak Januari, APBN tetap mencatatkan surplus Rp19,7 triliun atau sebesar 0,11% dari produk domestik bruto," terang Menkeu.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pengusaha Kurang Happy, Tapi Pendapatan Negara Perlu Kita Jaga
Dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang masih berlangsung, dia mengatakan, APBN akan terus melakukan responx secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber di dalam rangka tetap terus melindungi dari sisi kesehatan karena pandemi COVID-19 yang belum selesai, dan melindungi dari sisi masyarakat dalam bentuk daya beli dan terutama kelompok yang paling rentan.
Pada saat bersamaan, APBN mulai dipulihkan kesehatannya dan tetap mendukung pemulihan ekonomi. "APBN akan melakukan multiple objectives yaitu tetap melindungi kesehatan dari sisi pandemi yang belum berakhir, mendukung masyarakat dari sisi daya beli dan bansos, terutama kelompok paling rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi nasional, keempat tetap menjaga dan mengembalikan kesehatan APBN," pungkas Mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pengusaha Kurang Happy, Tapi Pendapatan Negara Perlu Kita Jaga
Dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang masih berlangsung, dia mengatakan, APBN akan terus melakukan responx secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber di dalam rangka tetap terus melindungi dari sisi kesehatan karena pandemi COVID-19 yang belum selesai, dan melindungi dari sisi masyarakat dalam bentuk daya beli dan terutama kelompok yang paling rentan.
Pada saat bersamaan, APBN mulai dipulihkan kesehatannya dan tetap mendukung pemulihan ekonomi. "APBN akan melakukan multiple objectives yaitu tetap melindungi kesehatan dari sisi pandemi yang belum berakhir, mendukung masyarakat dari sisi daya beli dan bansos, terutama kelompok paling rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi nasional, keempat tetap menjaga dan mengembalikan kesehatan APBN," pungkas Mantan Direktur Bank Dunia itu.
(akr)
Lihat Juga :