Beli Pertalite Dilarang Pakai Jeriken, Pertamini Kosong Terancam Bangkrut

Rabu, 13 April 2022 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Akhirnya Iwan mengaku sudah 8 hari tidak menjual bensin eceran di warungnya. "Disananya tidak kosong, cuma tidak boleh membeli menggunakan derigen," ujar Iwan saat ditemui di SPBU Pertamina di sekitar wilayah Jakarta Timur, baru-baru ini.

Karena tidak lagi berjualan bensin eceran menurut Iwan cukup berdampak pada pemasukan tokonya. Dari tidak berjualan bensin eceran, ada satu keuntungan yang kini sudah tidak lagi didapatkannya. Padahal menurut Iwan berjualan bensin eceran dianggap menguntungkan, karena keuntungan yang didapatkan perhari cukup terasa. Per dua hari Iwan belanja bensin eceran sebanyak 35 liter dengan harga yang per liter yang dibeli Iwan dengan harga Rp7.650.

Iwan mengeluarkan uang untuk belanja bensin Pertalite sebanyak Rp267.750, jika Iwan menjual bensin Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter, maka Iwan mengantongi keuntungan setidaknya Rp82.250 ketika bensinnya habis terjual.

Maka itu yang dimaksud Iwan ada keuntungan yang hilang dan cukup berasa untuk pedagang kecil sepertinya. Jika ingin dibandingkan dengan penjualan makanan yang dibelinya diagen, maka sangat jauh berbeda besaran keuntungan.

Di samping itu penualan produk seperti Snack ataupun misalnya rokok yang setiap hari pasti terjual, tidak cukup untuk membandingkan keuntungannya. Misalnya, Iwan menjual rokok yang juga di ecer dengan harga satu batangnya Rp2.000, dalam satu bungkus setidaknya berisi 16 batang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Rekomendasi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved