Atasi Kelangkaan, Pengamat: Serahkan Distribusi Solar Subsidi Sepenuhnya ke Pertamina
Rabu, 13 April 2022 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam situasi ekonomi yang sulit dan kenaikan harga minyak dunia saat ini, swasta menurutnya akan membutuhkan tambahan uang dalam menjalankan distribusi BBM-nya. Swasta, imbuh dia, tentu akan lebih memfokuskan upayanya mengejar keuntungan bisnis.
"Tidak mudah bagi sektor bisnis manapun saat ini untuk bisa untung. Jadi tugas pemerintah untuk menyalurkan solar subsidi berpotensi diabaikan," ujarnya.
Di bagian lain, lanjut dia, disparitas harga solar non subsidi dengan solar subsidi yang sangat besar juga membuka peluang adanya moral hazard. Dengan selisih harga nyaris mencapai Rp8.000-an per liter saat ini, Salamudin menilai akan sulit mengontrol perilaku di lapangan. "Pasar solar komersial sangat luas, terutama di wilayah tambang batubara, kebun sawit dan pusat-pusat industri yang menjanjikan keuntungan besar," katanya.
Baca Juga: Timbun Solar Bersubsidi, Pengusaha di Bogor Ditetapkan Tersangka
Menimbang faktor-faktor tersebut, Salamudin menyarankan agar distribusi solar subsidi diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina. Untuk diketahui, kuota solar subsidi tahun 2022 ditetapkan sebanyak 15,1 juta kiloliter (KL). PT Pertamina Patra Niaga memperoleh kuota sebanyak 14,9 juta KL dan PT AKR sebanyak 186 ribu KL.
"Tidak mudah bagi sektor bisnis manapun saat ini untuk bisa untung. Jadi tugas pemerintah untuk menyalurkan solar subsidi berpotensi diabaikan," ujarnya.
Di bagian lain, lanjut dia, disparitas harga solar non subsidi dengan solar subsidi yang sangat besar juga membuka peluang adanya moral hazard. Dengan selisih harga nyaris mencapai Rp8.000-an per liter saat ini, Salamudin menilai akan sulit mengontrol perilaku di lapangan. "Pasar solar komersial sangat luas, terutama di wilayah tambang batubara, kebun sawit dan pusat-pusat industri yang menjanjikan keuntungan besar," katanya.
Baca Juga: Timbun Solar Bersubsidi, Pengusaha di Bogor Ditetapkan Tersangka
Menimbang faktor-faktor tersebut, Salamudin menyarankan agar distribusi solar subsidi diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina. Untuk diketahui, kuota solar subsidi tahun 2022 ditetapkan sebanyak 15,1 juta kiloliter (KL). PT Pertamina Patra Niaga memperoleh kuota sebanyak 14,9 juta KL dan PT AKR sebanyak 186 ribu KL.
Lihat Juga :