Turun Langsung ke Sumatera Barat, Kementan Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Aman

Minggu, 17 April 2022 - 16:57 WIB
loading...
Turun Langsung ke Sumatera...
Kementan turun langsung ke Sumatera Barat untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok. Dari pantauan di lapangan, ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman terkendali.
A A A
PADANG - Kementerian Pertanian (Kementan) turun langsung ke Sumatera Barat untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok. Dari pantauan di lapangan, ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman terkendali.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, menyediakan pangan bagi seluruh rakyat merupakan salah satu tujuan pembangunan pertanian yang dipikul oleh Kementan. Oleh karenanya, ketersediaan pasokan pangan tak boleh terganggu sama sekali, terlebih pada masa Ramadan dan jelang Idul Fitri seperti saat ini.

"Pangan rakyat tak boleh terganggu. Kami menjamin tak boleh ada satu orang pun rakyat yang pangannya tak tersedia. Oleh karenanya, saya meminta seluruh jajaran saya untuk memastikan hal tersebut dan melihat lebih dekat dengan turun ke lapangan," katanya.

Direktur Jenderal PSP Kementan Ali Jamil menambahkan, Kementerian Pertanian memiliki komitmen tinggi
dalam menjaga ketersediaan 12 bahan pangan pokok, khususnya menjelang Lebaran. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan peninjauan sejumlah pasar di seluruh Indonesia provinsi untuk memastikan ketersediaan kebutuhan mendasar masyarakat.

"Dari hasil pantauan kami, secara umum stok atau ketersediaan 12 bahan pangan pokok secara umum dalam kondisi aman," papar Ali.
Turun Langsung ke Sumatera Barat, Kementan Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Aman

Selanjutnya, Ali menegaskan, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan lintas sektor lingkup pemerintah daerah serta distributor dalam memperlancar supply barang di pasar hingga ke masyarakat, sehingga kebutuhan bahan pokok tidak terkendala sampai Idul Fitri 1443 H. "Selain itu, dengan ketersediaan bahan pokok tersebut maka sekaligus juga diharapkan fluktuasi harga dapat dikendalikan," kp Ali.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati beserta jajaran turun langsung ke sejumlah pasar di wilayah Sumatera Barat, salah satunya Pasar Raya Sumatera Barat.

Dari pantauannya di lapangan secara langsung, Indah memastikan stok dan harga 12 bahan pangan pokok terpantau dalam kondisi aman. Apabila dibandingkan dengan tahun kemarin, Indah menyebut ketersediaanya cenderung stabil.

"Kami harap terjaga semua stabilitas harga dan stok di Sumbar ini. Tahun ini adalah tahun pemulihan setelah kemarin dilanda bencana pandemi Covid-19," papar Indah.

Indah meminta pemerintah daerah dengan sigap mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga jika terjadi. "Kementan mempunyai petugas monitoring setiap hari di seluruh Indonesia. kita juga selalu berkoordinasi kepada penyedia 12 bahan pokok dan juga kelompok petani dalam hal penyediaan bahan pokok," paparnya.

Di sisi lain, Indah memaparkan jika Kementan memiliki Toko Tani Indonesia Center. "Itu adalah toko yang langsung dari petani serta distributor yang terpercaya sehingga TTIC Dinas Pangan Sumbar menyediakan harga yang menarik," katanya.

Dikatakannya, TTIC sangat modern dan fasilitasnya cukup bersih, bagus dan tertata rapi. "Kami melihat 12 bahan pokok di sini harga produsen, sehingga sangat menarik warga masyarakat untuk menjadikan TTIC alternatif untuk berbelanja," ucap Indah.

Menurut Indah, TTIC Dinas Pangan Sumbar salah satu toko Tani terbaik di Indonesia. "TTIC Sumbar akan kami upayakan bantuan permodalan melalui KUR, sehingga ketersediaan dan keterjaminan bahan pokok terpenuhi," tegas dia.

Menurut Indah, koordinasi yang baik antara pusat dan daerah menjadikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pangan terpenuhi. Sejauh ini, kata dia, Kementan ingin memastikan stok dan harga pangan 12 bahan pokok terjaga serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. "Sinergi pusat dan daerah terus kami jalin agar semua bisa ter-monitor dengan baik," katanya.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar Effendi mengatakan, sejauh ini stok dan distribusi daging masih tercukupi. "Gejolak kenaikan harga pun tidak terlalu tinggi. Semua terus kami lakukan monitoring setiap hari, gerak cepat tanggap kami bila ada permasalahan yang terjadi," ujarnya.

Dikatakannya, bahan pokok lain masih terpantau aman baik stok maupun harga semua masih stabil, kenaikan yang terjadi masih wajar dan tidak meroket.

Rully Pedagang sembako di Pasar Raya Sumbar memberikan keterangan bahwa stok dan harga cenderung stabil hingga saat ini. "Pasokan dari distributor pun semua masih lancar. Daya beli masyarakat mulai meningkat dibanding tahun kemarin," imbuhnya.

Ibu Net Pedagang Cabai dan Bawang mengatakan, stok dan distribusi cabai dan bawang masih aman serta harga masih relatif stabil. "Tidak ada kenaikan yang signifikan dari kedua bahan tersebut," katanya.

Sedangkan Riri salah satu pengunjung Pasar Raya memberikan keterangan bahwa stok aman dan harga masih stabil. "Ada beberapa kenaikan, namun tidak begitu jauh naiknya," pungkasnya. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Rekomendasi
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
ARTJOG 2026 Hadir Lagi!...
ARTJOG 2026 Hadir Lagi! Beli Tiket di BRImo, Langsung Diskon 15 Persen
Berita Terkini
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved