Ekonom: Subsidi BBM Lebih Tepat Diberikan Langsung ke Individu
Selasa, 19 April 2022 - 04:36 WIB
loading...
Subsidi energi, termasuk BBM, dinilai lebih tepat diberikan secara langsung ke individu untuk membatasi konsumsi dan mencegah kebocoran. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemberian subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dinilai lebih tepat diberikan langsung kepada individu, bukan ke komoditasnya. Subsidi yang diberikan kepada komoditas dinilai punya kemungkinan bocor yang sangat besar dan sulit dikendalikan.
Menurut pakar ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Ardiyanto Fitrady, subsidi langsung ke individu sangat memungkinkan karena data rumah tangga miskin saat ini sudah lebih baik. Dia mengusulkan, subsidi diberikan langsung secara tunai sehingga masyarakat penerima bisa mengalokasikan uangnya secara lebih fleksibel.
Baca Juga: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
"Kalaupun sudah terlanjur diberikan ke komoditas, subsidi harus ada batasnya juga. Dengan begitu sisi keuangan pemerintah bisa terjaga, karena kalau ada yang bocor, tidak akan terlalu besar dampaknya," ujarnya dalam diskusi dengan media secara virtual, Senin (18/4/2022).
Menurutnya, subsidi yang diberikan kepada komoditas BBM pasti akan ada kebocoran. Pasalnya, dengan disubsidi harga BBM menjadi lebih murah sehingga masyarakat cenderung tidak akan berhemat. Seharusnya, kata dia, harga BBM disesuaikan dengan harga keekonomiannya sehingga secara otomatis konsumen akan menyesuaikan pembeliannya. "Harga itu mencerminkan kelangkaan. Kalau langka, individu pun otomatis akan mengurangi konsumsi," tuturnya.
Menurut pakar ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Ardiyanto Fitrady, subsidi langsung ke individu sangat memungkinkan karena data rumah tangga miskin saat ini sudah lebih baik. Dia mengusulkan, subsidi diberikan langsung secara tunai sehingga masyarakat penerima bisa mengalokasikan uangnya secara lebih fleksibel.
Baca Juga: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
"Kalaupun sudah terlanjur diberikan ke komoditas, subsidi harus ada batasnya juga. Dengan begitu sisi keuangan pemerintah bisa terjaga, karena kalau ada yang bocor, tidak akan terlalu besar dampaknya," ujarnya dalam diskusi dengan media secara virtual, Senin (18/4/2022).
Menurutnya, subsidi yang diberikan kepada komoditas BBM pasti akan ada kebocoran. Pasalnya, dengan disubsidi harga BBM menjadi lebih murah sehingga masyarakat cenderung tidak akan berhemat. Seharusnya, kata dia, harga BBM disesuaikan dengan harga keekonomiannya sehingga secara otomatis konsumen akan menyesuaikan pembeliannya. "Harga itu mencerminkan kelangkaan. Kalau langka, individu pun otomatis akan mengurangi konsumsi," tuturnya.
Lihat Juga :