Hasil Ukur Kualitas Udara di Marunda di Bawah Ambang Batas

Selasa, 19 April 2022 - 23:38 WIB
loading...
Hasil Ukur Kualitas...
Badan Usaha Pelabuhan Marunda, PT KCN mengumumkan hasil pengukuran ulang kualitas udara di kawasan setempat berada di bawah nilai ambang batas. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Marunda , PT Karya Citra Nusantara (KCN) mengumumkan hasil pengukuran ulang kualitas udara di kawasan setempat berada di bawah nilai ambang batas.

Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kepala Tim Penanganan Lingkungan Hidup PT KCN Erick Satyamulya menyebut pengukuran dimulai pada 5-7 April 2022 oleh konsultan bersertifikat PT Karsa Buana Lestari (KBL), dengan menggunakan metode 24 jam sampel kualitas udara pada dua titik dalam kawasan KCN antara lain halaman kantor KCN Marunda dan area timbangan.

Pengukuran ulang tersebut atas permintaan Pusat Higiene Perusahaan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (HIPERKES) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta dan juga Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda. Erick menyebut hasilnya bisa memberi perimbangan data terkait kualitas udara.

Baca juga: Setelah PT KCN, Pemprov DKI Sanksi 2 Perusahaan Terkait Pencemaran di Marunda

Sebelumnya, kegiatan Pengukuran kualitas udara dilaksanakan Pusat Higiene Perusahaan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (HIPERKES) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta di lima titik kawasan PT KCN pada 28 Maret 2022.

Pengukuran dengan metode sampel kualitas udara selama satu jam di halaman kantor KCN Marunda, area timbangan, stockpile kade GT 06, area mangrove (area sisi barat), dan area batas timur pelabuhan tersebut juga menunjukkan seluruhnya berada di bawah nilai ambang batas (NAB).

Namun, HIPERKES saat itu merekomendasikan untuk dapat dilakukan pengukuran baku mutu kualitas udara ambien, mengacu pada PP 22/2021 sehingga kembali dilakukan pengukuran ulang pada 5-7 April 2022.

"Secara keseluruhan, hasil pengukuran menunjukkan berada di bawah nilai ambang batas (NAB)," ujar Erick Satyamulya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/4/2022) malam.

Baca juga: Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sebut Pemudik Meningkat 26-29 April

Menurut dia, hasil pengukuran ulang yang dilakukan pada 5-7 April 2022 itu menunjukkan kualitas udara memenuhi standar baku mutu, terutama dari particulate matter (PM) 2,5 dan PM 10 yang dinilai berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga sakit yang lebih serius.

Kendati demikian, KCN masih menunggu hasil pengukuran di dua titik kawasan pemukiman warga yang ditunda, sesuai dengan arahan Kelurahan Marunda karena masih memerlukan persiapan lapangan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Axis Rambah Pasar Sensor...
Axis Rambah Pasar Sensor Udara, Targetkan Korporasi dan Fasilitas Publik
Peran Aktif Ajinomoto...
Peran Aktif Ajinomoto untuk Udara Indonesia Lebih Bersih
Atasi Krisis Kualitas...
Atasi Krisis Kualitas Udara, Pengamat Energi Ingatkan Pentingnya Kualitas BBM
Luhut Beberkan Jurus...
Luhut Beberkan Jurus Jitu Atasi Polusi di Jabodetabek
Suharso Heran dengan...
Suharso Heran dengan Perbedaan Kualitas Udara Batam dan Singapura
Kualitas Udara di Jakarta...
Kualitas Udara di Jakarta Terburuk, Kendaraan Listrik Dinilai Jadi Solusi
Jaga Kualitas Udara...
Jaga Kualitas Udara saat Kemarau, BMKG Pasang Alat OMC di Gedung Tinggi Jakarta
Kualitas Udara Jakarta...
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini Respons Pramono
Polusi Udara Melanda...
Polusi Udara Melanda New Delhi, Warga Serukan Demonstrasi Massal
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved