Indonesia Butuh Rp2.085 Triliun untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur

Rabu, 20 April 2022 - 15:08 WIB
loading...
Indonesia Butuh Rp2.085...
Infrastruktur di Indonesia masih tertinggal apabila disandingkan dengan negara-negara maju di belahan dunia. Dirjen KemenPUPR menerangkan Indonesia setidaknya butuh anggaran hampir Rp2.085 triliun untuk mengejarnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Infrastruktur di Indonesia masih tertinggal apabila disandingkan dengan negara-negara maju di belahan dunia. Maka untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia membutuhkan ribuan triliun untuk mendanai proyek infrastruktur .

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Jalan Terus dengan Terobosan Pembiayaan

Dirjen (Direktur Jendral) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ), Agus Sulaiman mengatakan, berdasarkan Renstra (Rencana Strategis) yang ada tercatat sekitar Rp623 triliun untuk melaksanakan pembangunan proyek.

"Tapi sebenarnya untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara lain, itu kita butuh anggaran hampir Rp2.085 triliun," ujar Iwan dalam Market Review IDXChanel, Kamis (20/4/2022).

"Jadi memang sebanyak itu kebutuhan anggaran yang di lingkungan kementerian PUPR," sambungnya.

Iwan mengatakan, dari anggaran yang ada dengan anggaran yang dibutuhkan terjadi funding gap yang besar jika hendak mengejar ketertinggalannya infrastruktur dari negara negara maju. "Hampir sekitar Rp1.400 triliun (funding gap)," kata Iwan.

Baca Juga: APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur

Oleh karena itu saat ini Iwan menjelaskan para Dirjen di lingkungan Kementerian PUPR diamanatkan untuk mencari sumber pembiayaan yang kreatif atau creative financing.

"Salah satunya dengan KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha), kalau untuk rumah ada FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Rekomendasi
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved