Kemenlu Duga Ada Fenomena Gunung Es atas Kasus Kerja Paksa WNI di Kamboja
Kamis, 21 April 2022 - 17:15 WIB
loading...
Judi online di Kamboja banyak memperkerjakan TKI secara paksa. Foto/Ilustrasi/persiadigest.com
A
A
A
JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu ) RI Judha Nugraha melaporkan update terbaru terkait TKI yang dipekerjakan secara tidak prosedural di perusahaan-perusahaan kasino atau judi online di Kamboja. Kasus ini sudah menjadi perhatian banyak pihak, dan Kemenlu telah menerima pengaduan dari masyarakat, keluarga, dan WNI lain yang bekerja di tempat tersebut.
Baca juga: Menhan Prabowo dan Menlu Retno Gelar Pertemuan, Ini yang Dibahas
"Kami mencatat ada peningkatan kasus yang cukup tinggi. Pada tahun 2021, menjadi 2 kasus besar yang melibatkan 117 WNI yang bekerja di kasino dan judi online, bahkan di triwulan I 2022 saja sudah ada lagi 71 kasus," ujar Judha dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis(21/4/2022).
Sejak tahun 2021, terhitung sudah ada 188 WNI yang menjadi korban. Judha mengatakan bahwa pihaknya menduga kasus ini sebenarnya seperti fenomena gunung es, datanya mungkin bisa lebih besar dari yang tercatat.
"Modus yang digunakan para korban dijanjikan untuk bekerja sebagai customer service di berbagai macam perusahaan startup yang ada di Kamboja," ungkap Judha.
Baca juga: Menhan Prabowo dan Menlu Retno Gelar Pertemuan, Ini yang Dibahas
"Kami mencatat ada peningkatan kasus yang cukup tinggi. Pada tahun 2021, menjadi 2 kasus besar yang melibatkan 117 WNI yang bekerja di kasino dan judi online, bahkan di triwulan I 2022 saja sudah ada lagi 71 kasus," ujar Judha dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis(21/4/2022).
Sejak tahun 2021, terhitung sudah ada 188 WNI yang menjadi korban. Judha mengatakan bahwa pihaknya menduga kasus ini sebenarnya seperti fenomena gunung es, datanya mungkin bisa lebih besar dari yang tercatat.
"Modus yang digunakan para korban dijanjikan untuk bekerja sebagai customer service di berbagai macam perusahaan startup yang ada di Kamboja," ungkap Judha.
Lihat Juga :