Sukses di Kota Hujan, Transjakarta ala Bogor Bakal Dikembangkan di Kota Lain
Kamis, 21 April 2022 - 14:14 WIB
loading...
Biskita akan diterapkan di kota-kota lain. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak November 2021 telah meluncurkan program BTS (Buy The Service) Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan berbasis BRT (Bus Rapid Transit) di Kota Bogor. Layanan yang diberi nama Biskita Trans Pakuan ini untuk mendorong pengembangan layanan angkutan umum massal berbasis BRT di wilayah Bodetabek.
Baca juga: Pengelolaan Transportasi Perkotaan Harus Diperkuat
Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi mengungkapkan kehadiran Biskita Trans Pakuan merupakan bagian dari penataan angkutan perkotaan di kawasan aglomerasi Jabodetabek yang belum memiliki layanan angkutan umum massal dengan sistem BRT yang merata. Di sisi lain kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas di wilayah Jabodetabek sangat tinggi dan tidak lagi mengenal batas wilayah administrasi.
Saat ini, menurut Tatan, perkembangan Biskita Trans Pakuan menujukkan kenaikan jumlah penumpang yang signifikan, yang berarti angkutan ini diterima masyarakat Bogor. Sejak Januari hingga April 2022 terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dengan load factor hingga mencapai 61,3% pada pertengahan April 2022.
Jika pada Januari 2022 total jumlah penumpang mencapai 46.292 orang, pada Februari bertambah menjadi 201.627 penumpang dan semakin bertambah pada Maret 2022 yaitu 310.552 penumpang. Hingga pertengahan April, total penumpang Biskita sudah mencapai 184.280 orang.
Karena itu BPTJ mempertimbangkan pengembangan lanjutan Biskita pada tahun depan, tetapi rencana ini harus dibicarakan lebih dalam di lingkup internal BPTJ, Kementerian Perhubungan hingga lintas kementerian.
Baca juga: Pengelolaan Transportasi Perkotaan Harus Diperkuat
Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi mengungkapkan kehadiran Biskita Trans Pakuan merupakan bagian dari penataan angkutan perkotaan di kawasan aglomerasi Jabodetabek yang belum memiliki layanan angkutan umum massal dengan sistem BRT yang merata. Di sisi lain kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas di wilayah Jabodetabek sangat tinggi dan tidak lagi mengenal batas wilayah administrasi.
Saat ini, menurut Tatan, perkembangan Biskita Trans Pakuan menujukkan kenaikan jumlah penumpang yang signifikan, yang berarti angkutan ini diterima masyarakat Bogor. Sejak Januari hingga April 2022 terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dengan load factor hingga mencapai 61,3% pada pertengahan April 2022.
Jika pada Januari 2022 total jumlah penumpang mencapai 46.292 orang, pada Februari bertambah menjadi 201.627 penumpang dan semakin bertambah pada Maret 2022 yaitu 310.552 penumpang. Hingga pertengahan April, total penumpang Biskita sudah mencapai 184.280 orang.
Karena itu BPTJ mempertimbangkan pengembangan lanjutan Biskita pada tahun depan, tetapi rencana ini harus dibicarakan lebih dalam di lingkup internal BPTJ, Kementerian Perhubungan hingga lintas kementerian.
Lihat Juga :