Potensi Ekonomi Digital Tembus Rp2.095 Triliun, Sayang Dilewatkan Sektor Industri

Jum'at, 22 April 2022 - 15:12 WIB
loading...
Potensi Ekonomi Digital...
Transformasi digital menjadi isu prioritas dalam forum G20, ditopang oleh potensi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi tumbuh 20% per tahun, hingga mencapai USD146 milliar atau sekitar Rp2.095 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kinerja industri di Indonesia semakin gemilang seiring semakin pulihnya ekonomi di Tanah Air. Pertumbuhan industri ini juga sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu program prioritasnya adalah mempercepat transformasi digital .

Baca Juga: PR Besar Ekonomi Digital

Hal ini untuk mendorong industri agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien, termasuk bagi industri kecil dan menengah (IKM). Sasaran itulah yang terus digencarkan oleh Kementerian Perindustrian melalui pelaksanaan program Startup4Industry yang telah digelar sejak 2018 lalu.

“Transformasi digital menjadi isu prioritas dalam forum G20, ditopang oleh potensi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi tumbuh 20% per tahun, hingga mencapai USD146 milliar atau sekitar Rp2.095 triliun pada tahun 2025,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo.

Menurutnya, peluang tersebut tidak boleh dilewatkan oleh industri agar bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya kesempatan tersebut.
Tak mau ketinggalan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga dikebut agar segera melakukan digitalisasi dalam kegiatan usahanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan 50% para UMKM di Indonesia sudah menuju ekonomi digital. "Sebanyak 30 juta dari 60 juta para UMKM yang tersebar di seluruh daerah sudah menuju sistem ekonomi digital atau sudah mencapai 50 persen," kata Sandiaga Uno.

Ekonomi digital merupakan realisasi dari program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni maupun budaya untuk mengembangkan potensi lokal.

Seiring booming teknologi digital, kalangan ekonom dan analis menilai kualitas layanan, kecepatan, dan keamanan data akan menjadi tantangan utama ke depan. Perkembangan ekonomi digital dinilai akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan kualitas masih buruk.

Peneliti dan Ekonom Indef, Nailul Huda menilai industri teknologi digital dan industri telekomunikasi merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pandemi terjadi, industri atau ekonomi digital melesat yang menyebabkan sektor ekonomi telekomunikasi dan informasi tumbuh dua digit.

"Jadi, keduanya mampu menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme. Perkembangan ekonomi digital juga akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan karena kualitas masih buruk,” kata Nailul Huda.

Baca Juga: Ekonomi Digital Sumbang Rp999,4 Triliun di 2021, Luhut: Tantangan Jadi Mudah Dilalui

Menurut dia, salah satu indikator kualitas telekomunikasi buruk adalah kecepatan internet di Indonesia yang masih urutan bawah di antara negara-negara di dunia. “Belum lagi ketika ada masalah di infrastruktur internet, koneksi akan mengalami masalah yang cukup signifikan, seperti terputusnya jaringan internet,” papar dia.

Terlebih lagi, lanjut dia, di fixed broadband, masalahnya sangat besar, karena terkait dengan kondisi geografis dan biaya infrastruktur. Itu artinya, peningkatan kualitas sudah tak bisa lagi ditawar.

Pada titik ini, masyarakat harus memberikan kontrol terbaik tentang kualitas, sehingga tak ada lagi perusahaan yang memberikan kualitas buruk ke pelanggan.

Di sinilah, kata dia, diperlukan kolaborasi pemerintah sebagai regulator dan pengawas dalam masalah kualitas, kecepatan, serta keamanan data. Konkretnya, pemerintah perlu menjadi pemimpin untuk menata iklim usaha agar kondusif, termasuk di bidang telekomunikasi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
CASH Bidik Penguatan...
CASH Bidik Penguatan Ekosistem Merchant melalui Kolaborasi dan Inovasi
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved