Pangkas Layanan, Cara Startup Bertahan di Tengah Krisis

Jum'at, 19 Juni 2020 - 16:29 WIB
loading...
Pangkas Layanan, Cara...
Pandemi Covid-19 memaksa mayoritas perusahaan rintisan (startup) global termasuk di Indonesia kembali ke bisnis inti (refocusing). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memaksa mayoritas perusahaan rintisan (startup) global termasuk di Indonesia kembali ke bisnis inti (refocusing). Lini bisnis yang semula bagian dari inovasi dalam fase pengembangan harus tereliminasi agar perusahaan bisa bertahan secara jangka panjang.

"Semua perusahaan pasti akan lebih fokus dan memutar kembali ke bisnis utama (core business)nya. Lini bisnis non-core akan dikurangi dan bahkan dihilangkan,” ungkap Pakar Ekonomi Digital dan Executive Chairman Digital Banking Institute, Bari Arijono di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Beruntung bagi startup yang bisnis intinya tidak terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19 dan masih terus berlangsung. Namun belum ada kepastian ke depannya hingga saat ini. Perusahaan seperti ini menurutnya tidak terlalu “berdarah-darah” walaupun tetap akan melakukan rasionalisasi dengan cara meninggalkan lini bisnis non inti.

Sebaliknya, perjuangan berat harus dihadapi oleh startup yang bisnis intinya sangat terdampak Covid-19. Misalnya di bidang pariwisata dan perhotelan seperti Traveloka salah satunya yang terpaksa mengurangi sekitar 10% karyawannya.

(Baca Juga: Dirumahkan? Coba Peluang Usaha yang Ditawarkan Startup Ini )

”Industri pariwisata terkena pasti. Alhasil Traveloka, Tiket, dan Booking terdampak besar.. Mereka butuh recovery lama, bahkan perkiraan saya sampai akhir tahun mereka masih rasionalisasi,” ujar Bari.

Meski begitu, kata Bari, Traveloka dan kawan-kawan pun akan tetap melakukan refocusing. Bertahan di bisnis inti dan mengurangi beban pada bisnis lain yang termasuk dalam kategori non-inti.

”Pengurangan karyawan tak bisa dihindari dan akan efisiensi di sisi operasional. Misalnya punya kantor di Bali, Bandung, atau tempat lain akan tidak lakukan,” terusnya.

Bukan hanya startup, efisiensi dan segala bentuk rasionalisasi juga dilakukan perusahaan yang sudah eksis sejak lama. Tidak terkecuali korporasi berskala besar.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, kondisi pemutusan karyawan ini wajar terjadi disaat seperti ini. ”Jadi sebuah keniscayaan. Di tengah perekonomian lambat, perusahaan pasti mengalami kerugian. Cara mengurangi kerugian pasti lewat pengurangan karyawan. Misalnya pabrik tak beroperasi dan tutup masa tidak potong karyawan?” jelasnya.

Pada situasi seperti pandemi ini, lanjutnya, semua sektor pasti akan mengalami perlambatan ekonomi. ”Tidak hanya perusahaan sektor tertentu saja tapi menghantam semua sektor,” tegasnya.

Maka Piter menambahkan, merumahkan pegawai adalah pilihan rasional dari pelaku usaha. ”Memang ada opsi lain untuk mencegah PHK. Misalnya pemerintah Jerman subsidi gaji pegawai. Sebelum ada alarm pengangguran, sebagian gaji karyawan swasta mereka ditanggung oleh pemerintah,” terangnya.

Selama virus Corona masih mengancam menurut Piter maka badai ekonomi terus terjadi. ”Ini kondisi tidak normal dan orang masih takut PHK. Padahal itu sesuatu yang rasional. Semua yang tidak efisien pasti diefisienkan,” imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
MDI Portfolio Impact...
MDI Portfolio Impact Report 2025 Tunjukkan Dampak Lintas Sektor dari Startup
Indonesia Kalah Jauh,...
Indonesia Kalah Jauh, Menko Airlangga: Hanya Punya 25 Startup AI, Singapura Hampir 300
Inovasi Buatan Anak...
Inovasi Buatan Anak Bangsa Unjuk Gigi di Tengah Ancaman Siber Sektor Keuangan
Membidik Pasar 1,4 Miliar...
Membidik Pasar 1,4 Miliar India di Ajang Startup Terbesar TNGSS 2025
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
Asah Kemampuan Mahasiswa,...
Asah Kemampuan Mahasiswa, Binus University Tuan Rumah Grand Final Startup Wars 2025
Rekomendasi
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Berita Terkini
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved