Beri Kuliah Umum di Unpad, Erick Thohir Ingin Merdeka dan Berdaulat secara Ekonomi
Sabtu, 23 April 2022 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan tersebut, Erick menyinggung hilirisasi di sektor batu bara yang menurutnya penting dilakukan karena komoditas tersebut bisa diolah menjadi gas (dimethyl ether/DME) pengganti elpiji. Program itu dinilainya sangat baik karena bisa mensubstitusi elpiji yang selama nilai impornya mencapai Rp7 triliun per tahun.
Erick juga menambahkan, BUMN sedang terus mengupayakan agar Indonesia memiliki pabrik pembuatan electric vehicle (EV) battery untuk kendaraan listrik. Dalam program ini, ujar Erick, dilakukan karena tren ke depan kendaraan akan beralih ke listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kita tidak mungkin berdiam diri, pasar kita besar jangan sampai hanya menjadi importir saja,” katanya.
Dia mengakui, tidak ada negara di dunia ini yang 100% berdauat. Akan tetapi, paling tidak dengan membentuk ekosistem ekonomi yang baik negara ini harus bisa menekan ketergantungan dari negara lain.
Terkait tema kolaborasi antara pendidikan tinggi dan industri, Erick mendukung penuh berbagai kerja sama yang dilakukan Unpad dalam melakukan riset. Dia menegaskan bahwa BUMN yang saat ini terus berkonsolidasi dan memiliki concern dengan pendidikan tinggi karena berperan sebagai sumber inovasi.
“Saya tadi liat dan mengapresiasi ada inovasi-inovasi di bidang kesehatan, pertanian dan lainnya. Itulah yang selalu kita dorong agar BUMN mendorng riset. Riset ini harus dikembalikan ke universitas, sementara BUMN nanti fokus ke komersialisasinya,” ujar dia.
Erick juga mengapresiasi dan mendukung rencana Unpad yang akan membangun rumah sakit khusus untuk menangani penyakit, jantung dan otak. Menurut dia, dukungan ini sejalan dengan misi BUMN yang juga ingin menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.
Erick juga menambahkan, BUMN sedang terus mengupayakan agar Indonesia memiliki pabrik pembuatan electric vehicle (EV) battery untuk kendaraan listrik. Dalam program ini, ujar Erick, dilakukan karena tren ke depan kendaraan akan beralih ke listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kita tidak mungkin berdiam diri, pasar kita besar jangan sampai hanya menjadi importir saja,” katanya.
Dia mengakui, tidak ada negara di dunia ini yang 100% berdauat. Akan tetapi, paling tidak dengan membentuk ekosistem ekonomi yang baik negara ini harus bisa menekan ketergantungan dari negara lain.
Terkait tema kolaborasi antara pendidikan tinggi dan industri, Erick mendukung penuh berbagai kerja sama yang dilakukan Unpad dalam melakukan riset. Dia menegaskan bahwa BUMN yang saat ini terus berkonsolidasi dan memiliki concern dengan pendidikan tinggi karena berperan sebagai sumber inovasi.
“Saya tadi liat dan mengapresiasi ada inovasi-inovasi di bidang kesehatan, pertanian dan lainnya. Itulah yang selalu kita dorong agar BUMN mendorng riset. Riset ini harus dikembalikan ke universitas, sementara BUMN nanti fokus ke komersialisasinya,” ujar dia.
Erick juga mengapresiasi dan mendukung rencana Unpad yang akan membangun rumah sakit khusus untuk menangani penyakit, jantung dan otak. Menurut dia, dukungan ini sejalan dengan misi BUMN yang juga ingin menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.
Lihat Juga :