Dorong Industri Perikanan Indonesia, ASHA GO Public
Selasa, 26 April 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Perseroan juga memiliki misi untuk pemberdayaan masyarakat Pesisir dan Perempuan sebagai wujud pembentukan kapasitas (capacity building) dan kesetaraan gender dalam unit pengolahan ikan perseroan. William menekankan bahwa “pengolahan ikan memilki nilai tambah yang dapat meningkatkan margin laba”.
Lebih jauh, William menjelaskan, pada saat ini, “PT JLG telah membuka pasar ekspor untuk pengolahan ikan ke Australia dan dalam proses pasar benua Amerika. PT JLG akan dikembangkan dalam pengelolaan Ikan dan import untuk pasar local ataupun re-eksport. Pada Desember 2021, perseroan melalui afiliasinya telah memperoleh izin import untuk 1,000 Ton ikan. Dengan demikian, Perseroan memiliki spektrum penerimaan yang luas”.
Sebagai antisipasi adanya rencana pemerintah Indonesia melakukan industriliasi sector perikanan dengan diberlakukannya KUOTA dalam penangkapan ikan terukur, maka perseroan juga telah mengajukan permintaan KUOTA di Maret 2022.Dengan Raihan dana IPO maka setoran modal Perseroan mencapai Rp. 200 Miliar, sehingga perseroan memenuhi syarat yang diajukan pemerintah dalam permintaan KUOTA.
Henry Sutioso, direktur Perseroan, menambahkan “Perseroan melakukan kerjasama dengan salah satu start up perikanan terkemuka di Indonesia, dalam rangka “DATA PLATFORM” untuk membangun komunitas “Perikanan”, sehingga dapat menjamin ketersediaan supply ikan/sea food, Digitalisasi, ERP / MRP, dan pengembangan Super Apps. Industry perikanan.
Kesemuanya dalam kaitan Big Data Sektor Perikanan. Project Data Platform ini melibatkan, pemilik kapal, local trader, dan nelayan, yang telah di kembangkan di Jawa, Sorong, Banda Aceh, Sibolga dan Padang sebagai titik-titik supply ikan. Project ini akan dikembangkan ke titik-titk lainnya di Indonesia.”
Henry, juga menekankan bahwa start up perikanan ini, memiliki konsep ESG (Environmental, Social and Governance) sebagai filosofi dasar, hal ini selaras dengan keinginan perseroan membangun usaha perikanannya.
Dalam Penawaran umum ini, kisaran harga yang ditawarkan adalah Rp.100 – 125 dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak – banyaknya 1,250,000,000 lembar merepresentasikan 25% kepemilikian Publik. Sehingga raihan dana diperkirakan antara Rp. 125 miliar – Rp. 156.25 miliar.
Lebih jauh, William menjelaskan, pada saat ini, “PT JLG telah membuka pasar ekspor untuk pengolahan ikan ke Australia dan dalam proses pasar benua Amerika. PT JLG akan dikembangkan dalam pengelolaan Ikan dan import untuk pasar local ataupun re-eksport. Pada Desember 2021, perseroan melalui afiliasinya telah memperoleh izin import untuk 1,000 Ton ikan. Dengan demikian, Perseroan memiliki spektrum penerimaan yang luas”.
Sebagai antisipasi adanya rencana pemerintah Indonesia melakukan industriliasi sector perikanan dengan diberlakukannya KUOTA dalam penangkapan ikan terukur, maka perseroan juga telah mengajukan permintaan KUOTA di Maret 2022.Dengan Raihan dana IPO maka setoran modal Perseroan mencapai Rp. 200 Miliar, sehingga perseroan memenuhi syarat yang diajukan pemerintah dalam permintaan KUOTA.
Henry Sutioso, direktur Perseroan, menambahkan “Perseroan melakukan kerjasama dengan salah satu start up perikanan terkemuka di Indonesia, dalam rangka “DATA PLATFORM” untuk membangun komunitas “Perikanan”, sehingga dapat menjamin ketersediaan supply ikan/sea food, Digitalisasi, ERP / MRP, dan pengembangan Super Apps. Industry perikanan.
Kesemuanya dalam kaitan Big Data Sektor Perikanan. Project Data Platform ini melibatkan, pemilik kapal, local trader, dan nelayan, yang telah di kembangkan di Jawa, Sorong, Banda Aceh, Sibolga dan Padang sebagai titik-titik supply ikan. Project ini akan dikembangkan ke titik-titk lainnya di Indonesia.”
Henry, juga menekankan bahwa start up perikanan ini, memiliki konsep ESG (Environmental, Social and Governance) sebagai filosofi dasar, hal ini selaras dengan keinginan perseroan membangun usaha perikanannya.
Dalam Penawaran umum ini, kisaran harga yang ditawarkan adalah Rp.100 – 125 dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak – banyaknya 1,250,000,000 lembar merepresentasikan 25% kepemilikian Publik. Sehingga raihan dana diperkirakan antara Rp. 125 miliar – Rp. 156.25 miliar.
Lihat Juga :