Dorong Industri Perikanan Indonesia, ASHA GO Public
Selasa, 26 April 2022 - 18:20 WIB
loading...
Integrasi PT CSFI dilakukan dari kapal perikanan, unit pengolahan ikan, pemasaran produk hasil ikan dan dockyard, dimana dockyard ini merupakan yang terbesar di Cilacap. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) merupakan perusahaan perikanan yang terintegrasi dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam industri perikanan. Direktur Utama Perseroan, William Sutioso menjelaskan, integrasi PT CSFI dilakukan dari kapal perikanan, unit pengolahan ikan, pemasaran produk hasil ikan dan dockyard.
"Dimana dockyard ini merupakan yang terbesar di Cilacap dengan fasilitas antara lain slipway: 1,500 DWT dengan sidetrack: 5 lini dengan masing-masing 100m, yang dapat digunakan untuk reparasi kapal dan pembangunan kapal baru, cold storage dan kapal penangkapan ikan, kapal Cargo dan pengolahan ikan," terangnya.
Baca Juga: Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil
Lebih jauh William menerangkan, melalui perusahaan Afiliasi, melakukan pengelolaan pelabuhan (Port) dan kapal tanker sebagai pemasok bahan bakar ke kapal. Dimana ketersediaan BBM ini merupakan factor penting dalam penangkapan ikan, pada saat ini, ketersediaan station pengisian BBM di berbagai pelabuhan dan pendaratan di Indonesia baru sekitar 30% dari jumlah pelabuhan atau pendaratan ikan yang ada.
Dengan pengalaman 40 tahun di industri perikanan, maka perseroan telah membangun jejaring yang cukup luas. Dimana pada saat ini, secara aktif pelanggan lokal mencapai 383 Klien dan eksport 48 Klien.
Perseroan secara terus aktif mengembangkan produk-produk baru, pasar ekspor dan domestik yang belum tersentuh. Menurut William, “meskipun pada saat ini pasar terbesar adalah ekspor mencapai 80%-90%, namun dikemudian hari perseroan akan mengembangkan pasar lokal, karena seringkali pasar lokal memiliki harga yang lebih baik”.
Dalam rencana bisnisnya, salah satu penggunaan dana yang diperoleh dari Initial Public Offering, adalah akuisisi PT Jembatan Lintas Global. Akuisisi ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan pengolahan ikan, dimana PT JLG memiliki lokasi strategis di Jawa Timur, dengan limpahan ikan segar dari Pantai Utara dan Pantai Selatan serta tersedianya SDM, serta akses langsung Eksport melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Dimana dockyard ini merupakan yang terbesar di Cilacap dengan fasilitas antara lain slipway: 1,500 DWT dengan sidetrack: 5 lini dengan masing-masing 100m, yang dapat digunakan untuk reparasi kapal dan pembangunan kapal baru, cold storage dan kapal penangkapan ikan, kapal Cargo dan pengolahan ikan," terangnya.
Baca Juga: Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil
Lebih jauh William menerangkan, melalui perusahaan Afiliasi, melakukan pengelolaan pelabuhan (Port) dan kapal tanker sebagai pemasok bahan bakar ke kapal. Dimana ketersediaan BBM ini merupakan factor penting dalam penangkapan ikan, pada saat ini, ketersediaan station pengisian BBM di berbagai pelabuhan dan pendaratan di Indonesia baru sekitar 30% dari jumlah pelabuhan atau pendaratan ikan yang ada.
Dengan pengalaman 40 tahun di industri perikanan, maka perseroan telah membangun jejaring yang cukup luas. Dimana pada saat ini, secara aktif pelanggan lokal mencapai 383 Klien dan eksport 48 Klien.
Perseroan secara terus aktif mengembangkan produk-produk baru, pasar ekspor dan domestik yang belum tersentuh. Menurut William, “meskipun pada saat ini pasar terbesar adalah ekspor mencapai 80%-90%, namun dikemudian hari perseroan akan mengembangkan pasar lokal, karena seringkali pasar lokal memiliki harga yang lebih baik”.
Dalam rencana bisnisnya, salah satu penggunaan dana yang diperoleh dari Initial Public Offering, adalah akuisisi PT Jembatan Lintas Global. Akuisisi ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan pengolahan ikan, dimana PT JLG memiliki lokasi strategis di Jawa Timur, dengan limpahan ikan segar dari Pantai Utara dan Pantai Selatan serta tersedianya SDM, serta akses langsung Eksport melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Lihat Juga :