Dorong Industri Perikanan Indonesia, ASHA GO Public
Selasa, 26 April 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Book Building diperkirakan pada Tanggal 22 – 27 April 2022, penawaran umum pada tanggal 13 – 18 Mei 2022 dan listing diperkiran pada tanggal 20 Mei 2022. Hari Kebangkitan Nasional. Adapun Penjamin Emisi merupakan Joint Lead Korea Investment sekuritas Indonsesia dan KGI Sekuritas.
Baca Juga: Izin Penangkapan Ikan Dibatasi, Nelayan Prancis Ancam Blokade Inggris
William, menerangkan bahwa P/E yang ditawarkan relative murah, berdasarkan kaidah investasi: maka P/E 2022 berkisar antara 14 X – 18 kali, namun karena diperkirakan listing akhir Mei 2022, maka investasi akan lebih fair menggunakan P/E 2023 yaitu antara 11 kali – 14 kali.
Sementara Komisaris Independen Perseroan, Eko Teguh Santoso menegaskan, bahwa “ Industri perikanan indonesia, sangat menarik, dimana pertumbuhan PDB perikanan dari tahun 2014 – 2021, di atas 5% dan di atas pertumbuhan PDB Nasional. Meskipun demikian, miris bahwa meskipun Indonesia berdasarkan laporan FAO (2020) – merupakan produsen nomor 3 dunia, namun baik eksport maupun import tidak masuk dalam 10 besar. Bahkan sebagai patokan harga ikan seringkali mengacu pada Bangkok Index.”
Lebih jauh, Eko Teguh Santoso menjelaskan bahwa “ Enforcement, Governance, tekmologi dan Manajemen merupakan factor-faktor yang perlu diperhatikan. Perseroan, aware terhadap perkembangan Teknologi, oleh karenanya Kerjasama Perseroan dengan IPB ataupun dengan start-up perikanan dapat mengurangi “gap” terhadap negara maju di perikanan. Diharapkan CSFI dapat menjadi role model di Industry perikanan Indonesia, sehingga meningkatkan shareholder value Perseroan”.
Baca Juga: Izin Penangkapan Ikan Dibatasi, Nelayan Prancis Ancam Blokade Inggris
William, menerangkan bahwa P/E yang ditawarkan relative murah, berdasarkan kaidah investasi: maka P/E 2022 berkisar antara 14 X – 18 kali, namun karena diperkirakan listing akhir Mei 2022, maka investasi akan lebih fair menggunakan P/E 2023 yaitu antara 11 kali – 14 kali.
Sementara Komisaris Independen Perseroan, Eko Teguh Santoso menegaskan, bahwa “ Industri perikanan indonesia, sangat menarik, dimana pertumbuhan PDB perikanan dari tahun 2014 – 2021, di atas 5% dan di atas pertumbuhan PDB Nasional. Meskipun demikian, miris bahwa meskipun Indonesia berdasarkan laporan FAO (2020) – merupakan produsen nomor 3 dunia, namun baik eksport maupun import tidak masuk dalam 10 besar. Bahkan sebagai patokan harga ikan seringkali mengacu pada Bangkok Index.”
Lebih jauh, Eko Teguh Santoso menjelaskan bahwa “ Enforcement, Governance, tekmologi dan Manajemen merupakan factor-faktor yang perlu diperhatikan. Perseroan, aware terhadap perkembangan Teknologi, oleh karenanya Kerjasama Perseroan dengan IPB ataupun dengan start-up perikanan dapat mengurangi “gap” terhadap negara maju di perikanan. Diharapkan CSFI dapat menjadi role model di Industry perikanan Indonesia, sehingga meningkatkan shareholder value Perseroan”.
(akr)
Lihat Juga :