KBI Catat Nilai Transaksi Pasar Fisik Timah Murni Batangan Lebih dari Rp5,5 Triliun
Rabu, 27 April 2022 - 11:18 WIB
loading...
Transaksi pasar fisik timah capai Rp5,5 triliun. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia ( KBI ) merilis data catatan perdagangan pasar fisik timah murni batangan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Di kuartal I tahun 2022 KBI mencatat nilai transaksi pasar fisik timah murni batangan mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.
Baca juga: 6 Negara Penghasil Timah Terbesar Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Dari pasar fisik timah ekspor terjadi transaksi sebanyak 1.640 lot dengan senilai USD348,1 juta atau lebih dari Rp4,8 Triliun. Sedangkan untuk pasar fisik timah dalam negeri, di tahun 2022 sampai dengan kuartal I telah terjadi transaksi sebanyak 953 Lot senilai Rp677,2 miliar.
Pasar fisik timah murni batangan di Bursa Berjangka Jakarta terdiri dari dua jenis, yaitu pasar fisik untuk ekspor serta pasar fisik untuk dalam negeri. Perbedaan kedua jenis pasar fisik ini adalah dalam perhitungan lot transaksinya, yaitu untuk pasar fisik ekspor 1 lot sebanyak 5 ton, sedangkan untuk pasar timah dalam negeri 1 lot sebanyak 1 ton.
Ekosistem perdagangan timah di Bursa Berjangka Jakarta telah berjalan sejak pertengahan tahun 2019 untuk kegiatan ekspor. Sedangkan untuk perdagangan timah dalam negeri, mulai berjalan pada Maret 2021. Dalam ekosistem ini, KBI berperan sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi.
“Sebagai lembaga kliring, tentunya tugas KBI adalah memastikan bahwa transaksi yang terjadi telah sesuai dengan regulasi yang ada. Adanya pasar fisik timah melalui bursa ini tentunya menjadi sesuatu yang positif bagi negara, di mana perdangan timah murni batangan menjadi lebih transparan dan dipantau oleh negara,” kata Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, dikutip Rabu (27/4/2022).
Baca juga: 6 Negara Penghasil Timah Terbesar Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Dari pasar fisik timah ekspor terjadi transaksi sebanyak 1.640 lot dengan senilai USD348,1 juta atau lebih dari Rp4,8 Triliun. Sedangkan untuk pasar fisik timah dalam negeri, di tahun 2022 sampai dengan kuartal I telah terjadi transaksi sebanyak 953 Lot senilai Rp677,2 miliar.
Pasar fisik timah murni batangan di Bursa Berjangka Jakarta terdiri dari dua jenis, yaitu pasar fisik untuk ekspor serta pasar fisik untuk dalam negeri. Perbedaan kedua jenis pasar fisik ini adalah dalam perhitungan lot transaksinya, yaitu untuk pasar fisik ekspor 1 lot sebanyak 5 ton, sedangkan untuk pasar timah dalam negeri 1 lot sebanyak 1 ton.
Ekosistem perdagangan timah di Bursa Berjangka Jakarta telah berjalan sejak pertengahan tahun 2019 untuk kegiatan ekspor. Sedangkan untuk perdagangan timah dalam negeri, mulai berjalan pada Maret 2021. Dalam ekosistem ini, KBI berperan sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi.
“Sebagai lembaga kliring, tentunya tugas KBI adalah memastikan bahwa transaksi yang terjadi telah sesuai dengan regulasi yang ada. Adanya pasar fisik timah melalui bursa ini tentunya menjadi sesuatu yang positif bagi negara, di mana perdangan timah murni batangan menjadi lebih transparan dan dipantau oleh negara,” kata Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, dikutip Rabu (27/4/2022).
Lihat Juga :