Naik 13 Persen, Chandra Asri Bukukan Pendapatan USD677 Juta
Kamis, 28 April 2022 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Lalu kenaikan 66% harga minyak mentah jenis brent selama kuartal I-2022 menjadi USD 101/barel, dibanding harga rata-rata USD61 pada kuartal pertama 2021. Semua goncangan itu, membuat posisi EBITDA perusahaan mengalami penurunan 83,6%, dari posisi USD146,7 juta di kuartal I-2021 menjadi USD24.1 juta pada kuartal I-2022.
Suryandi menegaskan, perusahaan bekerja keras akan mempertahanan neraca keuangan yang kuat, dengan posisi likuiditas sebesar USD2,550 juta, terdiri dari USD1,724 juta (kas dan setara kas), sebesar USD 398 juta (surat berharga), dan sebesar USD428 juta (fasilitas kredit yang sudah dinyatakan komit).
"Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung dan untuk menangkap peluang yang muncul," jelas dia.
Dalam menjalankan kinerja bisnisnya, Chandra Asri akan terus fokus dalam mewujudkan tiga strategi utama, yaitu pertumbuhan transformasional melalui proyek CAP2. Lalu, keberlanjutan & ESG, dan yang terakhir transformasi digital.
Suryandi menegaskan, perusahaan bekerja keras akan mempertahanan neraca keuangan yang kuat, dengan posisi likuiditas sebesar USD2,550 juta, terdiri dari USD1,724 juta (kas dan setara kas), sebesar USD 398 juta (surat berharga), dan sebesar USD428 juta (fasilitas kredit yang sudah dinyatakan komit).
"Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung dan untuk menangkap peluang yang muncul," jelas dia.
Dalam menjalankan kinerja bisnisnya, Chandra Asri akan terus fokus dalam mewujudkan tiga strategi utama, yaitu pertumbuhan transformasional melalui proyek CAP2. Lalu, keberlanjutan & ESG, dan yang terakhir transformasi digital.
Lihat Juga :