Mengintip Peluang Besar Pasar Ekspor ke Jepang
Sabtu, 20 Juni 2020 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar Jepang, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono dan Kepala ITPC Osaka Ichwan Joesoef menyatakan akan berkolaborasi menyelenggarakan sesi lokakarya (workshop) virtual sebanyak lima kali secara berkala hingga September 2020 bersama para importir Jepang.
Lokakarya akan digelar berdasarkan lima produk ekspor utama ke Jepang, yaitu makanan dan minuman; energi terbarukan; agrikultur dan hortikultura; mold, die and automotive parts; serta furnitur dan peralatan rumah.
Melalui lokakarya tersebut, para importir Jepang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman agar para pelaku usaha Indonesia dapat menembus pasar Jepang. Diharapkan, para pelaku usaha, khususnya UKM, yang dijaring Ditjen PEN Kemendag yang akan menjadi peserta lokakarya tersebut bisa mendapatkan gambaran peluang untuk ekspor ke pasar Jepang pada tahun ini dan pascapandemi nanti.
Selanjutnya pada akhir 2020, Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka juga berencana menggelar penjajakan kerja sama dagang (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan importir Jepang, khusunya untuk kelima produk utama tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, yang hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar tersebut menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah krisis pandemi yang melanda dunia saat ini. Dalam arahannya, Wamenlu mengatakan, Pemerintah Indonesia dengan politik bebas aktif tetap ingin menjaga stabilitas kawasan dan terus berfokus memperkuat diplomasi ekonomi yang lebih asertif di masa pandemi.
“Dalam menunjang penguatan diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri secara aktif akan terus melakukan kegiatan kolaborasi dengan Kemendag, khususnya dalam merumuskan produk unggulan ekspor di negara mitra, penguatan basis data eksportir, dan pembaruan pemetaan kekuatan industri dalam negeri,” ujar Wamenlu.
Lokakarya akan digelar berdasarkan lima produk ekspor utama ke Jepang, yaitu makanan dan minuman; energi terbarukan; agrikultur dan hortikultura; mold, die and automotive parts; serta furnitur dan peralatan rumah.
Melalui lokakarya tersebut, para importir Jepang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman agar para pelaku usaha Indonesia dapat menembus pasar Jepang. Diharapkan, para pelaku usaha, khususnya UKM, yang dijaring Ditjen PEN Kemendag yang akan menjadi peserta lokakarya tersebut bisa mendapatkan gambaran peluang untuk ekspor ke pasar Jepang pada tahun ini dan pascapandemi nanti.
Selanjutnya pada akhir 2020, Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka juga berencana menggelar penjajakan kerja sama dagang (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan importir Jepang, khusunya untuk kelima produk utama tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, yang hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar tersebut menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah krisis pandemi yang melanda dunia saat ini. Dalam arahannya, Wamenlu mengatakan, Pemerintah Indonesia dengan politik bebas aktif tetap ingin menjaga stabilitas kawasan dan terus berfokus memperkuat diplomasi ekonomi yang lebih asertif di masa pandemi.
“Dalam menunjang penguatan diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri secara aktif akan terus melakukan kegiatan kolaborasi dengan Kemendag, khususnya dalam merumuskan produk unggulan ekspor di negara mitra, penguatan basis data eksportir, dan pembaruan pemetaan kekuatan industri dalam negeri,” ujar Wamenlu.
(akr)
Lihat Juga :