RI Terpilih Negara Praktik Baik Program Migrasi Internasional
Sabtu, 30 April 2022 - 02:39 WIB
loading...
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia berjalan memasuki perbatasan Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (25/11/2021). ANTARA FOTO/Agus Alfian/jhw/nz
A
A
A
JAKARTA - Indonesia terpilih menjadi salah satu dari ratusan negara anggota PBB untuk di-approve menjadi menjadi negara Praktik Baik atau Repository of Practices pada United Nations Migration Network Hub.
United Migration Network Hub adalah platform virtual yang disediakan bagi pemerintah, pemangku kepentingan, dan pakar untuk mengakses dan berbagi informasi dan layanan terkait migrasi.
Hub ini bertujuan untuk mendukung negara-negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam implementasi, tindak lanjut, dan tinjauan implementasi Global Compact for Migration (GCM) dan bertujuan sebagai pusat informasi bukti, praktik, dan inisiatif yang ada.
"Integrasi LTSA -MRC yang responsif gender dari Indonesia masuk menjadi salah satu praktik baik pada UN Network Migration. Ini kabar menggembirakan untuk kita semua dan saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam program integrasi LTSA-MRC," ujar Dirjen Binapenta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Suhartono di Jakarta, Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Jokowi Teken MoU dengan PM Malaysia Terkait Pekerja Migran Indonesia
Menurut Suhartono, kerja sama Kemnaker-ILO melalui program Safe and Fair, telah mengintegrasikan layanan responsif gender dari Migrant Worker Resource Center (MRC) dengan Layanan Terpadu Satu Atap Pemerintah (LTSA). LTSA responsif gender ini menjadi salah satu praktik pada United Nations Migration Network Hub.
Sebagai percontohan LTSA-MRC ini, telah dilaksanakan selama dua tahun di kabupaten Cirebon, Tulungagung, Blitar dan Lampung Timur melaui program yang berjalan hingga saat ini adalah tersedianya layanan dan manajemen berbasis desa.
United Migration Network Hub adalah platform virtual yang disediakan bagi pemerintah, pemangku kepentingan, dan pakar untuk mengakses dan berbagi informasi dan layanan terkait migrasi.
Hub ini bertujuan untuk mendukung negara-negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam implementasi, tindak lanjut, dan tinjauan implementasi Global Compact for Migration (GCM) dan bertujuan sebagai pusat informasi bukti, praktik, dan inisiatif yang ada.
"Integrasi LTSA -MRC yang responsif gender dari Indonesia masuk menjadi salah satu praktik baik pada UN Network Migration. Ini kabar menggembirakan untuk kita semua dan saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam program integrasi LTSA-MRC," ujar Dirjen Binapenta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Suhartono di Jakarta, Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Jokowi Teken MoU dengan PM Malaysia Terkait Pekerja Migran Indonesia
Menurut Suhartono, kerja sama Kemnaker-ILO melalui program Safe and Fair, telah mengintegrasikan layanan responsif gender dari Migrant Worker Resource Center (MRC) dengan Layanan Terpadu Satu Atap Pemerintah (LTSA). LTSA responsif gender ini menjadi salah satu praktik pada United Nations Migration Network Hub.
Sebagai percontohan LTSA-MRC ini, telah dilaksanakan selama dua tahun di kabupaten Cirebon, Tulungagung, Blitar dan Lampung Timur melaui program yang berjalan hingga saat ini adalah tersedianya layanan dan manajemen berbasis desa.
Lihat Juga :