Industri Perikanan Bakal Manfaatkan Cold Storage Tenaga Surya
Sabtu, 20 Juni 2020 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
"Semoga benefit EBT ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan akses listrik kepada masyarakat," tutur Harris.
Potensi lain yang bisa dikembangkan dalam skala mikro adalah PLTS atap. Kondisi ini semakin dipermudah dengan kemudahan mekanisme yang diberikan oleh pemerintah dalam membangun pembangkit tersebut. Di Indonesia mekanismenya sangat sederhana, hanya memasang meteran Solar PV Rooftop.
"Ada meteran ekspor-impor, selisih ekspor impor itulah yang dibayar oleh pelanggan," Harris menjelaskan.
Sebagai informasi, minat masyarakat pun terhadap PLTS atap terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Desember 2019, tercatat ada lebih dari 900 dari 1.673 pelanggan pasang baru PLTS atap sejak peraturan tersebut diterbitkan pada bulan Desember 2018.
Akselerasi EBT di Indonesia, menurut Harris, memungkinkan untuk bisa dipercepat di tengah pandemi Covid-19, sehingga target tambahan kapasitas pembangkit EBT sebanyak 9.000 MW di tahun 2024 bisa tercapai. Jumlah itu meliputi peningkatan kapasitas pembangkit hidro sebesar 3.900 MW, bioenergi 1.200 MW, panas bumi 1.000 MW, dan panel surya 2.000 MW.
Potensi lain yang bisa dikembangkan dalam skala mikro adalah PLTS atap. Kondisi ini semakin dipermudah dengan kemudahan mekanisme yang diberikan oleh pemerintah dalam membangun pembangkit tersebut. Di Indonesia mekanismenya sangat sederhana, hanya memasang meteran Solar PV Rooftop.
"Ada meteran ekspor-impor, selisih ekspor impor itulah yang dibayar oleh pelanggan," Harris menjelaskan.
Sebagai informasi, minat masyarakat pun terhadap PLTS atap terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Desember 2019, tercatat ada lebih dari 900 dari 1.673 pelanggan pasang baru PLTS atap sejak peraturan tersebut diterbitkan pada bulan Desember 2018.
Akselerasi EBT di Indonesia, menurut Harris, memungkinkan untuk bisa dipercepat di tengah pandemi Covid-19, sehingga target tambahan kapasitas pembangkit EBT sebanyak 9.000 MW di tahun 2024 bisa tercapai. Jumlah itu meliputi peningkatan kapasitas pembangkit hidro sebesar 3.900 MW, bioenergi 1.200 MW, panas bumi 1.000 MW, dan panel surya 2.000 MW.
(uka)
Lihat Juga :