Indonesia Ajak ASEAN Kelola Gambut Berkelanjutan
Rabu, 04 Mei 2022 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
Project Managers KIFC Kim Hyoung Gyun mengungkapkan, pemulihan dilakukan dengan re-wetting, replanating, dan revitalisasi gambut dengan melibatkan masyarakat setempat.
Chief Technical Adviser FAO mengatakan pihaknya juga memberikan dukungan perangkat pemantauan dan peningkatan kapasitas dalam pemantauan gambut di Indonesia.
Kepala Divisi Lingkungan Sekretariat ASEAN Vong Sok mengatakan kerja sama pengelolaan gambut oleh negara-negara ASEAN terus menguat. Dia menuturkan, di bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan telah ada kesepakatan untuk pencegahan asap lintas batas (AATHP). Selain itu juga telah ada dokumen strategi pengelolaan gambut berkelanjutan yang bisa menjadi panduan bagi negara-negara ASEAN.
Vong Sok menuturkan proyek implementasi pengelolaan gambut berkelanjutan kini sedang diujicobakan di negara-negara di Delta Mekong yaitu Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Pada kesempatan diskusi tersebut, Director General CIFOR (Center for International Forestry Research) Robert Nasi juga mengungkapkan kunci keberhasilan restorasi gambut. Menurut dia, meski teknologi, dukungan politik, dan pembiayaan berperan namun yang terpenting dalam restorasi gambut adalah kesadaran pentingnya gambut dan pelibatan masyarakat.
“Pada masyarakat yang memiliki pemahaman pentingnya gambut maka gambut akan lebih terlindungi,” katanya.
Chief Technical Adviser FAO mengatakan pihaknya juga memberikan dukungan perangkat pemantauan dan peningkatan kapasitas dalam pemantauan gambut di Indonesia.
Kepala Divisi Lingkungan Sekretariat ASEAN Vong Sok mengatakan kerja sama pengelolaan gambut oleh negara-negara ASEAN terus menguat. Dia menuturkan, di bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan telah ada kesepakatan untuk pencegahan asap lintas batas (AATHP). Selain itu juga telah ada dokumen strategi pengelolaan gambut berkelanjutan yang bisa menjadi panduan bagi negara-negara ASEAN.
Vong Sok menuturkan proyek implementasi pengelolaan gambut berkelanjutan kini sedang diujicobakan di negara-negara di Delta Mekong yaitu Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Pada kesempatan diskusi tersebut, Director General CIFOR (Center for International Forestry Research) Robert Nasi juga mengungkapkan kunci keberhasilan restorasi gambut. Menurut dia, meski teknologi, dukungan politik, dan pembiayaan berperan namun yang terpenting dalam restorasi gambut adalah kesadaran pentingnya gambut dan pelibatan masyarakat.
“Pada masyarakat yang memiliki pemahaman pentingnya gambut maka gambut akan lebih terlindungi,” katanya.
(dar)
Lihat Juga :