Uni Eropa Terpecah Soal Bagaimana Menjauh dari Energi Rusia

Rabu, 04 Mei 2022 - 07:43 WIB
loading...
A A A
Tetapi menurut Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), Uni Eropa telah mengimpor sekitar 37 miliar poundsterling bahan bakar fosil sejak konflik dimulai. Dua importir terbesar di dunia adalah Jerman diikuti oleh Italia.

Raksasa energi Gazprom menghentikan ekspor gas ke Polandia dan Bulgaria pekan lalu setelah negara-negara itu menolak untuk mematuhi tuntutan Rusia untuk beralih ke pembayaran dalam rubel. Selanjutnya bakal banyak negara anggota UE lainnya yang akan menghadapi masalah serupa sekitar pertengahan Mei.

Polandia dan Bulgaria telah berencana untuk berhenti menggunakan gas Rusia tahun ini dan mengatakan mereka dapat mengatasi penghentian tersebut. Tetapi muncul kekhawatiran bahwa negara-negara Uni Eropa lainnya yang bergantung pada gas Eropa bakal menjadi sasaran berikutnya, seperti salah satu ekonomi terbesar yakni Jerman.

Simson mengulangi pandangan Komisi Eropa bahwa membayar gas dalam rubel akan menjadi pelanggaran sanksi dan tidak dapat diterima. Dia mengatakan, negara-negara anggota sedang membangun persediaan penyimpanan gas sebelum musim dingin.

Sementara itu Kepala Penelitian Minyak dan Gas di Investec, Nathan Piper mengutarakan kepada BBC, bahwa cukup jelas bila Uni Eropa ingin menjauh" dari minyak dan gas Rusia. Tetapi Ia menambahkan kurangnya persatuan disebabkan oleh "kemampuan yang berbeda masing-masing negara untuk benar-benar mewujudkannya".

Eropa mendapat sekitar 40% gas alamnya dari Rusia, yang juga merupakan pemasok minyak utama blok itu. Tetapi beberapa negara lebih bergantung pada bahan bakar fosil Rusia daripada yang lain, sehingga pemotongan pasokan yang tiba-tiba dapat memiliki dampak ekonomi sangat besar.

Baca Juga: Gara-gara Kesepakatan Gas Rusia, Hungaria Bersitegang dengan Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved