Dukung Ekonomi Hijau, BNI Luncurkan Green Bond Pertama
Jum'at, 13 Mei 2022 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Agung menambahkan, dana segar yang diperoleh dari Green Bond ini akan digunakan oleh Bank BNI untuk pembiyaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang sesuai dengan green bond framework.
Hal itu seperti yang telah disusun oleh Bank BNI dan sesuai dengan Peraturan OJK No. 60 Tahun 2017 tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang berwawasan lingkungan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menetapkan peringkat AAA untuk obligasi tersebut. Adapun yang bertindak sebagai pihak penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BNI Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Maybank Sekuritas Indonesia.
Sebagai informasi, Industri perbankan Indonesia mengalami masa-masa yang cukup menantang dalam dua tahun terakhir.
Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama perlambatan ekonomi baik secara global maupun domestik. PDB Indonesia bahkan sempat mengalami pertumbuhan negatif pada periode kuartal II/2020 hingga kuartal I/2021.
Kondisi perekonomian baru mulai pulih di tahun 2021 seiring dengan program pemerintah untuk mendorong proses vaksinasi masyarakat yang dilakukan secara cepat dan merata, serta mulai meredanya pandemi Covid-19 pada paruh kedua tahun 2021 yang diikuti peningkatan mobilitas masyarakat serta kembali berjalannya proses kegiatan ekonomi. PDB Indonesia juga mulai mencatatkan pertumbuhan yang positif sejak periode kuartal II/2021.
Hal itu seperti yang telah disusun oleh Bank BNI dan sesuai dengan Peraturan OJK No. 60 Tahun 2017 tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang berwawasan lingkungan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menetapkan peringkat AAA untuk obligasi tersebut. Adapun yang bertindak sebagai pihak penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BNI Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Maybank Sekuritas Indonesia.
Sebagai informasi, Industri perbankan Indonesia mengalami masa-masa yang cukup menantang dalam dua tahun terakhir.
Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama perlambatan ekonomi baik secara global maupun domestik. PDB Indonesia bahkan sempat mengalami pertumbuhan negatif pada periode kuartal II/2020 hingga kuartal I/2021.
Kondisi perekonomian baru mulai pulih di tahun 2021 seiring dengan program pemerintah untuk mendorong proses vaksinasi masyarakat yang dilakukan secara cepat dan merata, serta mulai meredanya pandemi Covid-19 pada paruh kedua tahun 2021 yang diikuti peningkatan mobilitas masyarakat serta kembali berjalannya proses kegiatan ekonomi. PDB Indonesia juga mulai mencatatkan pertumbuhan yang positif sejak periode kuartal II/2021.
Lihat Juga :