Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM

Jum'at, 13 Mei 2022 - 18:37 WIB
loading...
Mendag: ASEAN-AS Matangkan...
Mendag Muhammad Lutfi (kanan) dan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai saat menggelar pertemuan bilateral di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5/2022) waktu setempat.
A A A
WASHINGTON DC - Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat (AS) bersepakat merintis kerja sama bidang ekonomi digital. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi dan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5/2022) waktu setempat.

Selain kerangka bilateral, pada pertemuan ini dibahas beberapa isu ekonomi yang bersifat regional dan multilateral. Kerja sama ekonomi digital, yang merupakan salah satu elemen pilar Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), yaitu pilar Fair and Resilient Trade Menjadi salah satu bahasan utama pertemuan.

Pilar IPEF lain yang juga turut dibahas adalah supply chain resilience; infrastructure, clean energy dan decarbonization; dan tax and anti-corruption. Pertemuan antara Mendag Lutfi dan Katherine Tai dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat pada 11-13 Mei 2022.

Lutfi mengatakan, elemen ekonomi digital menjadi isu yang sangat signifikan dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan. Namun, platform lintas batas ini memiliki tantangan tersendiri yang dapat memberikan tekanan cukup kuat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini mengingat dinamika perdagangan internasional yang kontra produktif dengan pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir, misalnya pandemi Covid-19, distorsi terhadap rantai pasok global dan regional, eskalasi konflik Rusia dan Ukraina, hingga melemahnya kepercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral.

“Untuk itu, perlu kerja sama seluruh negara dalam menghentikan upaya-upaya kapitalisme modern yang saat ini berkembang di platform digital,” ucapnya.

Pernyataan Lutfi tersebut menanggapi Duta Besar Katherine Tai yang menyampaikan program Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi dikawasan Indo-Pasifik. Katherine menyatakan, Indonesia Merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh cukup signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Pilar Fair and Resilient Trade mencakup penyusunan prinsip-prinsip, aturan, standar, kolaborasi terkait ekonomi digital yang dewasa ini menimbulkan tantangan serta oportunitas tersendiri. Katherine Tai menegaskan, Pemerintah AS berupaya membangun suatu keterikatan yang didukung oleh sektor bisnis di kawasan melalui pembangunan ekonomi yang semakin tangguh, berkelanjutan, memberikan lebih banyak insentif bagi dunia usaha, dan meningkatkan inklusivitas, namun bukan sesuatu yang dipandang sebagai kebijakan anti-China.

“IPEF bukan kerangka kerjasama perdagangan tradisional dan memerlukan keterikatan yang lebih erat dalam menciptakan inovasi kerjasama perdagangan baru dengan negara atau ekonomi baru. Amerika Serikat sangat terbuka dalam mengembangkan sesuatu yang inovatif dan berbeda yang mungkin akan memiliki elemen-elemen perjanjian perdagangan sebagai platform untuk melanjutkan kolaborasi,” papar Katherine Tai.

Pada pertemuan dibahas juga beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Amerika Serikat. Di antaranya mengenai rokok keretek, WTO, dan beberapa isu bilateral seperti generalized system of preferences (GSP), intellectual property right (IPR), dan komitmen dalam kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat. Pada pertemuan itu kedua perwakilan akan mengupayakan pertemuan bilateral lanjutan pada pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade (APECMRT) atau pertemuan the Twelfth WTO Ministerial Conference (MC-12)mendatang. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Rekomendasi
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved