RI Diguyur Investasi Rp219,24 Triliun, Bahlil: Fokus Tekan Impor LPG
Jum'at, 13 Mei 2022 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
"Data Pertamina kita mengimpor per tahun 7 sampai 8 juta ton, ini sangat menguras devisa kita, bahkan untuk subsidi per 1 juta ton itu kurang lebih sekitar 13 triliun," kata Bahlil.
Menurut dia upaya tersebut dilakukan membangun hilirisasi industri sehingga produk yang dibuat di dalam negeri nantinya bisa menjadi substitusi impor. "Khusus untuk DME kita memang menargetkan 50% dari total impor kita harus kita bisa melakukan proses dalam negeri," jelasnya.
Baca Juga: Bisa Picu Gejolak, Tarif Listrik-BBM-LPG Jangan Naik Berjamaah
Berdasarkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karakteristik DME sendiri memiliki kemiripan dengan komponen LPG, yakni terdiri atas propan dan butana. Sehingga diharapkan diharapkan DME bisa menjadi pengganti Gas LPG yang selama ini 80% nya didatangkan dari impor.
Menurut dia upaya tersebut dilakukan membangun hilirisasi industri sehingga produk yang dibuat di dalam negeri nantinya bisa menjadi substitusi impor. "Khusus untuk DME kita memang menargetkan 50% dari total impor kita harus kita bisa melakukan proses dalam negeri," jelasnya.
Baca Juga: Bisa Picu Gejolak, Tarif Listrik-BBM-LPG Jangan Naik Berjamaah
Berdasarkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karakteristik DME sendiri memiliki kemiripan dengan komponen LPG, yakni terdiri atas propan dan butana. Sehingga diharapkan diharapkan DME bisa menjadi pengganti Gas LPG yang selama ini 80% nya didatangkan dari impor.
(nng)
Lihat Juga :