Shell Jual 400 Pompa Bensin ke Produsen Minyak Terbesar Kedua di Rusia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi perusahaan mengatakan, penarikan diri dari kesepakatan dengan Rusia yang mencakup penjualan sahamnya di semua usaha bisnis patungan dengan perusahaan energi negara Rusia Gazprom, telah menimbulkan kerugian hingga USD3,9 miliar.
"Berdasarkan kesepakatan ini, lebih dari 350 orang yang saat ini dipekerjakan oleh Shell Neft akan pindah ke pemilik baru dalam bisnis ini," kata Direktur hilir Shell, Huibert Vigeveno seperti dilansir BBC.
Sedangkan Wakil presiden Lukoil untuk penjualan produk olahan, Maxim Donde mengatakan: "Akuisisi bisnis berkualitas tinggi Shell di Rusia sangat cocok dengan strategi Lukoil untuk mengembangkan saluran penjualan prioritasnya, termasuk ritel, serta bisnis pelumas."
Ketika konflik di Ukraina pecah, perusahaan-perusahaan energi berada di bawah tekanan secara langsung saat negara-negara mengumumkan larangan dan pembatasan minyak dan gas Rusia dalam beberapa minggu setelah invasi.
BP yang memiliki saham besar di raksasa energi Rusia Rosneft, hanya dalam beberapa hari setelah perang dimulai langsung mengumumkan operasi bisnis mereka akan ditutup. Langkah serupa selanjutnya diikuti oleh Shell, ExxonMobil dan Equinor yang memotong investasi mereka di Rusia menyusul tekanan dari pemegang saham, serta dari pemerintah dan masyarakat.
Total Energies, pemain besar lainnya di Rusia mengatakan, tidak akan mendanai proyek-proyek baru di negara Beruang Merah. Tetapi tidak seperti rekan-rekannya, mereka tidak berencana untuk menjual investasi yang ada.
Rusia dikenal sebagai produsen terbesar ketiga di dunia untuk Migas, setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi.
"Berdasarkan kesepakatan ini, lebih dari 350 orang yang saat ini dipekerjakan oleh Shell Neft akan pindah ke pemilik baru dalam bisnis ini," kata Direktur hilir Shell, Huibert Vigeveno seperti dilansir BBC.
Sedangkan Wakil presiden Lukoil untuk penjualan produk olahan, Maxim Donde mengatakan: "Akuisisi bisnis berkualitas tinggi Shell di Rusia sangat cocok dengan strategi Lukoil untuk mengembangkan saluran penjualan prioritasnya, termasuk ritel, serta bisnis pelumas."
Ketika konflik di Ukraina pecah, perusahaan-perusahaan energi berada di bawah tekanan secara langsung saat negara-negara mengumumkan larangan dan pembatasan minyak dan gas Rusia dalam beberapa minggu setelah invasi.
BP yang memiliki saham besar di raksasa energi Rusia Rosneft, hanya dalam beberapa hari setelah perang dimulai langsung mengumumkan operasi bisnis mereka akan ditutup. Langkah serupa selanjutnya diikuti oleh Shell, ExxonMobil dan Equinor yang memotong investasi mereka di Rusia menyusul tekanan dari pemegang saham, serta dari pemerintah dan masyarakat.
Total Energies, pemain besar lainnya di Rusia mengatakan, tidak akan mendanai proyek-proyek baru di negara Beruang Merah. Tetapi tidak seperti rekan-rekannya, mereka tidak berencana untuk menjual investasi yang ada.
Rusia dikenal sebagai produsen terbesar ketiga di dunia untuk Migas, setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi.
Lihat Juga :