Berdialog dengan Menteri KKP, Aruna Dukung Konsep Ekonomi Biru

Sabtu, 14 Mei 2022 - 06:51 WIB
loading...
Berdialog dengan Menteri KKP, Aruna Dukung Konsep Ekonomi Biru
Aruna berkomitmen mendukung ekonomi biru. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Aruna, perusahaan perikanan terintegrasi asal Indonesia, berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi berdialog langsung dengan dengan Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono pada Jumat 13 Mei 2022 di Jakarta.

Baca juga: Penangkapan Ikan Terukur, Menteri KKP: Harus Sesuai Kuota Demi Kesejahteraan Nelayan

Dialog itu mengulas tentang konsep blue economy (ekonomi biru), wisata bahari serta Kedaulatan Maritim Indonesia. Blue Economy memang tengah menjadi fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menekankan pada keseimbangan dua aspek pada ekosistem kelautan, yaitu ekologi dan ekonomi.

Pasalnya, keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia tidak hanya dilihat dari potensi kelautan sebagai sumber komoditas ekonomi saja, namun juga menekankan pada menjaga kelestarian lingkungan hidup di ekosistem bahari.

“Ekonomi biru mampu membuka peluang investasi dan lapangan kerja serta mendongkrak perekonomian nasional, maka dari itu KKP memiliki 3 fokus program 2021-2024, yakni penangkapan terukur, budidaya yang berorientasi ekspor dan kampung bahari yang berbasis kearifan lokal,” ujar Sakti Wahyu Trenggono.





Pada kesempatan ini, Aruna menyampaikan komitmen untuk menjadikan laut sebagai mata pencaharian yang lebih baik bagi semua orang, khususnya nelayan dan masyarakat pesisir. Dengan teknologi yang Aruna kembangkan, Aruna yakin teknologi dapat membantu proses bisnis menjadi lebih efisien dan meringkas mata rantai proses dan rantai pasokan sambil mencatat transaksi harian dalam hal pengoptimalan data serta implementasi AI di masa depan untuk penangkapan ikan berkelanjutan.

Farid Naufal Aslam, Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) mengatakan pihaknya melihat potensi maritim Indonesia sangat besar, sebagai negara terbesar ke-2 sebagai penghasil ikan di dunia. Menurut Farid potensi seperti ini tentunya harus dipertahankan.

"Aruna hadir dan berkomitmen untuk membantu para nelayan serta masyarakat pesisir untuk hidup lebih sejahtera. Aruna juga memiliki harapan 5 hingga 10 tahun ke depan menjadi perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan serta dapat mengejar pertumbuhan lebih dari lima kali dengan hanya memenuhi pesanan dari pelanggan yang ada,” kata Farid.

Selain itu, Aruna sependapat dengan KKP bahwa Indonesia kaya akan sumber daya hasil lautnya karena dua per tiga dari wilayah Indonesia adalah laut sehingga Aruna melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan Indonesia.

Baca juga: Bungkam AS, Satelit Militer Iran Sukses Foto Markas Armada Kelima di Bahrain

Aruna juga sangat mengedepankan proses bisnis yang berkelanjutan dengan terus mengedukasi nelayan untuk melindungi ekosistem pesisir berupa penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan serta mencegah penangkapan ikan yang berlebihan.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1614 seconds (11.252#12.26)