Muak dengan Sanksi Barat, Rusia Berencana Mundur dari WTO
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:44 WIB
loading...
Rusia berencana mundur dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dinilai mengabaikan semua kewajiban terkait Rusia. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Majelis rendah Parlemen Rusia, Duma Negara, berencana untuk membahas kemungkinan penarikan negara itu dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Kementerian Luar Negeri mengirimkan daftar kesepakatan tersebut ke Duma Negara, dan bersama dengan Dewan Federasi (majelis tinggi parlemen) kami berencana untuk mengevaluasi mereka dan kemudian mengusulkan untuk menarik diri dari mereka," kata Wakil Ketua Parlemen Pyotr Tolstoy, seperti dikutip Russia Today, Ranu (18/5/2022).
Baca Juga: Putin: Barat akan Terapkan Sanksi Rusia dalam Kasus Apa Pun
Wakil pembicara mengatakan bahwa Rusia telah membatalkan keanggotaannya di Dewan Eropa, dan selanjutnya meninggalkan WTO dan WHO. "Rusia menarik diri dari Dewan Eropa, sekarang langkah selanjutnya adalah menarik diri dari WTO dan WHO, yang telah mengabaikan semua kewajiban terkait negara kita," katanya.
Tolstoy menambahkan bahwa pemerintah diharapkan untuk merevisi kewajiban dan perjanjian internasional Rusia yang saat ini tidak membawa manfaat apa pun tetapi secara langsung merusak negara.
"Kementerian Luar Negeri mengirimkan daftar kesepakatan tersebut ke Duma Negara, dan bersama dengan Dewan Federasi (majelis tinggi parlemen) kami berencana untuk mengevaluasi mereka dan kemudian mengusulkan untuk menarik diri dari mereka," kata Wakil Ketua Parlemen Pyotr Tolstoy, seperti dikutip Russia Today, Ranu (18/5/2022).
Baca Juga: Putin: Barat akan Terapkan Sanksi Rusia dalam Kasus Apa Pun
Wakil pembicara mengatakan bahwa Rusia telah membatalkan keanggotaannya di Dewan Eropa, dan selanjutnya meninggalkan WTO dan WHO. "Rusia menarik diri dari Dewan Eropa, sekarang langkah selanjutnya adalah menarik diri dari WTO dan WHO, yang telah mengabaikan semua kewajiban terkait negara kita," katanya.
Tolstoy menambahkan bahwa pemerintah diharapkan untuk merevisi kewajiban dan perjanjian internasional Rusia yang saat ini tidak membawa manfaat apa pun tetapi secara langsung merusak negara.
Lihat Juga :