Jokowi Marah! Tempat Tidur RS, Traktor hingga Seragam TNI-Polri Masih Impor

Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:44 WIB
loading...
Jokowi Marah! Tempat...
Jokowi marah lagi, kali ini giliran 2 menteri hingga TNI-Polri kena semprot. Presiden menyoroti kebiasaan impor yang masih dilakukan, mulai dari tempat tidur rumah sakit, traktor hingga seragam TNI-Polri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) marah kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin karena masih melakukan impor alat kesehatan (alkes) . Padahal menurut Jokowi alkes sudah bisa produksi sendiri pada beberapa daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Menteri dan lembaga serta kepada kepala daerah tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, pada hari ini Jumat 25 Maret 2022.

"Alkes, menteri kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit. Saya lihat produksi di Yogyakarta, ada Bekasi, Tanggerang juga ada, tapi beli impor . Mau kita terus-teruskan silahkan, nanti mau saya umumkan kok. Saya kalau udah jengkel tak umumin nanti. Ini rumah sakit daerah beli impor, Kementrian Kesehatan masih impor. Saya baca nanti karena sekarang ternyata gampang banget detail harian bisa saya pantau," tegas Jokowi.

Baca Juga: Menperin Sebut Belanja Rp400 Triliun Produk Lokal Tumbuhkan Ekonomi 1,67 Persen

Jokowi juga geram dengan pengadaan seragam dan sepatu yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Dia menyebut pengadaan seragam dan sepatu TNI dan Polri masih impor. "Seragam dan sepatu, tentara dan polisi beli dari luar. Kita produksi dimana-mana bisa, jangan diterus-teruskan," tegasnya.

Jokowi juga menyayangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang juga masih melakukan impor traktor. Hal itu dibuktikan Jokowi saat melakukan penanam jagung di Kabupaten Belu, NTT Kamis (24/3/2022) kemarin.

"Menteri pertanian apa traktor-traktor kaya gitu bukan hitech aja impor, jengkel saya!. Kayak kemarin yang dari Tambua menanam jagung saya lihat pakai traktor. Ada Alas Intan saya lihat, aduh enggak boleh pak menteri, enggak boleh," katanya.

Baca Juga: Jokowi Marah Soal Impor, Fahri Hamzah: Kok Menterinya Tepuk Tangan

Jokowi juga merasa kecewa bahwa kertas, pensil hingga CCTV dalam pengadaan barang masih impor. Padahal menurutnya, UMKM dalam negeri sudah bisa memproduksi barang-barang tersebut.

"Pensil kertas saya cek impor hingga bolpoin, ini apa kadang-kadang saya mikir kita ngerti hal-hal seperti ini. Jangan-jangan enggak kerja detil sehingga gak ngerti bahwa yang dibeli itu barang impor. Buku tulis impor jangan ini diteruskan, stop! kalau kita semuanya beli produk dalam negeri meloncat pertumbuhan ekonomi kita," katanya.

"Coba CCTV beli impor, di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini dipikir kita bukan negara yang maju,CCTV aja beli impor," tambahnya.

Jokowi menargetkan bahwa belanja pemerintah untuk produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp400 triliun. "Target nanti syukur bisa sebelum Mei yang Rp400 triliun itu bisa tercapai, ini akan sangat bagus sekali dampaknya akan kemana-mana," ungkap Jokowi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Berita Terkini
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Infografis
BOR Tempat Tidur di...
BOR Tempat Tidur di RS Covid-19 Nasional 30%, Berikut Sebarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved