Anggaran Dipangkas, Kementan Konsisten Jaga Ketahanan Pangan
Senin, 22 Juni 2020 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, realisasi anggaran tertinggi adalah Badan Karantina Pertanian yang mencapai 99,18%. Kemudian diikuti Sekretariat Jenderal 98,37% dan Badan Ketahanan Pangan mencapai 97,05%.
Capaian tersebut, memperlihatkan bahwa kinerja pengembangan komoditas pangan khusus padi cukup bagus. Baca: Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam
Sesuai angka BPS, produksi padi hingga akhir Desember tahun 2019 sebesar 54,6 juta ton GKG, atau setara 31,31 juta ton beras dan ada surplus sebesar 1,53 juta ton, serta stok beras akhir tahun 2019 sebesar 5,90 juta ton.
"Dari data BPS diperkirakan, produksi beras Januari-Agustus 2020 sebesar 23,05 juta ton. Sehingga diprediksi stock beras pada Agustus 2020 sebesar 8,84 juta ton. Produksi jagung pada tahun 2020 juga bagus, yaitu sebesar 22,58 juta ton," katanya.
Selain itu, Syahrul juga menyampaikan capaian pada subsektor lainnya juga mengembirakan, seperti pada komoditas perkebunan hampir semuanya sesuai target. Baca:
Seperti pengembangan komoditas tebu mencapai 15,10 ribu ha (99,04% dari target), kelapa 14,13 ribu ha (100% dari target) dan pala 27,64 ribu ha (100% dari target).
Capaian tersebut, memperlihatkan bahwa kinerja pengembangan komoditas pangan khusus padi cukup bagus. Baca: Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam
Sesuai angka BPS, produksi padi hingga akhir Desember tahun 2019 sebesar 54,6 juta ton GKG, atau setara 31,31 juta ton beras dan ada surplus sebesar 1,53 juta ton, serta stok beras akhir tahun 2019 sebesar 5,90 juta ton.
"Dari data BPS diperkirakan, produksi beras Januari-Agustus 2020 sebesar 23,05 juta ton. Sehingga diprediksi stock beras pada Agustus 2020 sebesar 8,84 juta ton. Produksi jagung pada tahun 2020 juga bagus, yaitu sebesar 22,58 juta ton," katanya.
Selain itu, Syahrul juga menyampaikan capaian pada subsektor lainnya juga mengembirakan, seperti pada komoditas perkebunan hampir semuanya sesuai target. Baca:
Seperti pengembangan komoditas tebu mencapai 15,10 ribu ha (99,04% dari target), kelapa 14,13 ribu ha (100% dari target) dan pala 27,64 ribu ha (100% dari target).
Lihat Juga :