Anggota Komisi VII DPR: Upaya Pertamina Jaga Stok BBM Perlu Dukungan

Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:20 WIB
loading...
Anggota Komisi VII DPR:...
Anggota Komisi Energi DPR dari Fraksi Partai Golkar Dyah Roro Esti Widya Putri dalam diskusi bersama media, Jumat (20/5/2022). Foto/M Faizal
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR mengapresiasi PT Pertamina (Persero) di tengah melonjaknya harga minyak dunia yang makin membebani upayanya dalam menjalankan penugasan pengadaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi.

Di tengah tekanan harga tersebut, Pertamina masih mampu menjaga harga BBM subsidi, yaitu Solar dan Pertalite, tidak naik. Anggota Komisi Energi DPR dari Fraksi Partai Golkar Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, untuk pengadaan stok BBM dalam kondisi saat ini tidak mudah dan butuh pendanaan tidak sedikit. Padahal, kata dia, penyediaan cadangan minyak dan gas nasional sejatinya adalah tanggung jawab negara, bukan beban badan usaha.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Bikin Beban Subsidi BBM, LPG hingga Listrik Membengkak

"Jadi apa yang dilakukan Pertamina dalam menjaga stok BBM nasional itu harus diapresiasi," ujar Dyah Roro dalam diskusi bersama media secara virtual, Jumat (20/5/2022) sore.

Menurut Dyah Roro, menjaga cadangan migas sesuai kebutuhan masyarakat sangat penting. Dengan impor yang masih tinggi, kata dia, ketersediaan migas perlu diamankan agar tak ada kelangkaan yang dapat menimbulkan efek berantai yang menekan ekonomi dan memberatkan masyarakat.

Karena itu, Komisi Energi DPR meunurutnya sempat mengadakan rapat dengan manajemen Pertamina untuk membahas stok BBM jelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2022. Pasalnya, pada saat itu mobilitas masyarakat meningkat tajam.

"Kami melihat Pertamina sudah mengantisipasi stok BBM di SPBU. Setiap kategori BBM termonitor per hari. Pertamina ada sistem online yang memonitor," katanya.

Dengan tugas penting tersebut, menurut Dyah Roro, sudah sewajarnya jika pemerintah memperhatikan kewajibannya untuk mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan sesuai mekanisme yang telah diatur, sehingga tidak ada beban ekstra yang ditanggung badan usaha. Dengan begitu, Pertamina diharapkan dapat terus menjalankan penugasannya dengan baik.

Baca Juga: Mohammed bin Salman dan Para Pangeran Saudi Bersatu, Isyarat Suksesi Bakal Mulus

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia telah mengerek harga keekonomian BBM dan LPG. Akibatnya, beban keuangan Pertamina untuk pengadaan bahan-bahan bakar tersebut meningkat.

Sri Mulyani mengaku, arus kas Pertamina sejak awal tahun ini menjadi negatif karena harus menanggung selisih antara harga jual eceran dan harga keekonomian. SElisih tersebut harusnya dibayarkan pemerintah berupa kompensasi kepada Pertamina dalam menjalankan penugasannya.

Nilai kompensasi BBM dan LPG diperkirakan mencapai Rp324,5 triliun. Ini terdiri atas tambahan kompensasi tahun 2022 sebesar Rp216,1 triliun, yang terdiri dari kompensasi BBM Rp194,7 triliun dan kompensasi listrik Rp21,4 triliun. Selain itu, ada juga kurang bayar kompensasi hingga 2021 sebesar Rp108,4 triliun yang terdiri atas kompensasi untuk BBM sebesar Rp83,8 triliun dan kompensasi listrik Rp24,6 triliun.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved