Keran Ekspor CPO Dibuka, Industri Pengolahan Sawit Siap Tampung Lagi TBS Petani
Senin, 23 Mei 2022 - 18:16 WIB
loading...
Perusahaan pengolahan kelapa sawit akan kembali menyerap hasil panen sawit dari petani menyusul dibukanya kembali keran ekspor CPO. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jendral Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, perusahaan pengolahan kelapa sawit akan kembali menyerap hasil panen sawit dari petani menyusul dibukanya kembali keran ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mulai hari ini.
Kendati demikian, kata Eddy, prosesnya tidak bisa cepat. Menurut dia, ketika pemerintah mengumumkan boleh melakukan ekspor CPO, butuh waktu sekitar 3-4 minggu bagi perusahaan untuk dapat kembali menjual CPO ke luar negeri.
"Paling tidak kita butuh waktu 2-3 minggu setelah mengantongi perizinan," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Senin (23/5/2022).
Baca juga: Pengusaha Sawit Girang Keran Ekspor CPO Dibuka Lagi: Kemarin Sangat Sulit
Selanjutnya, kata dia, barulah perusahaan akan kembali menyerap hasil panen sawit berikutnya dari para petani. Pasalnya, hasil panen yang lalu ketika adanya larangan ekspor membuat tandan buah segar (TBS) mereka banyak yang busuk karena tidak terserap perusahaan.
"Kita akan kembali mengambil TBS para petani mitra maupun non mitra, tidak mungkin kami akan menolak TBS petani sementara kita sendiri butuh untuk kebutuhan ekspor," tuturnya.
Baca juga: Duh! Petani Sawit Ngaku Rugi Rp11 Triliun Gegara Larangan Ekspor CPO
Kendati demikian, kata Eddy, prosesnya tidak bisa cepat. Menurut dia, ketika pemerintah mengumumkan boleh melakukan ekspor CPO, butuh waktu sekitar 3-4 minggu bagi perusahaan untuk dapat kembali menjual CPO ke luar negeri.
"Paling tidak kita butuh waktu 2-3 minggu setelah mengantongi perizinan," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Senin (23/5/2022).
Baca juga: Pengusaha Sawit Girang Keran Ekspor CPO Dibuka Lagi: Kemarin Sangat Sulit
Selanjutnya, kata dia, barulah perusahaan akan kembali menyerap hasil panen sawit berikutnya dari para petani. Pasalnya, hasil panen yang lalu ketika adanya larangan ekspor membuat tandan buah segar (TBS) mereka banyak yang busuk karena tidak terserap perusahaan.
"Kita akan kembali mengambil TBS para petani mitra maupun non mitra, tidak mungkin kami akan menolak TBS petani sementara kita sendiri butuh untuk kebutuhan ekspor," tuturnya.
Baca juga: Duh! Petani Sawit Ngaku Rugi Rp11 Triliun Gegara Larangan Ekspor CPO
Lihat Juga :