Bicara Cuan, Milennial Diajak Berinvestasi Bijak untuk SDGs

Rabu, 25 Mei 2022 - 18:13 WIB
loading...
Bicara Cuan, Milennial...
Peningkatan investasi diyakini dapat mendongkrak pembangunan ekonomi suatu bangsa dan mempercepat pencapaian agenda SDG atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia mendorong generasi muda agar dapat memulai investasi dengan cara yang bijak dan cerdas. Peningkatan investasi pasalnya diyakini dapat mendongkrak pembangunan ekonomi suatu bangsa dan mempercepat pencapaian agenda SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Head of Communication UNDP Indonesia, Tomi Soetjipto mengatakan, tren investasi saat ini telah mencapai perubahan mendasar karena semua orang dapat memilih dan memutuskan instrumen mereka dengan cara yang paling nyaman. Melalui berbagai aplikasi investasi misalnya, semua orang dapat menginvestasikan uang mereka dalam hitungan detik.

Baca Juga: Wejangan Komisaris BEI untuk Para Investor Milenial

Namun demikian, perubahan tersebut tidak dibarengi dengan literasi keuangan tentang bagaimana memilih dengan bijak berdasarkan kredibilitas instrumen keuangan. Lebih jauh lagi, apakah investasi keuangan tersebut aman serta bermanfaat bagi masyarakat luas juga belum diketahui banyak pihak.

Menurut Tomi, pemerintah Indonesia saat ini telah mengeluarkan berbagai instrumen keuangan yang melibatkan pembiayaan oleh publik, seperti SDGs Bond hingga Green Sukuk. Instrumen keuangan tersebut, dikatakannya lebih aman dan bermanfaat karena dapat berkontribusi untuk negara, yakni digunakan untuk pembangunan berkelanjutan atau proyek-proyek yang ramah lingkungan, sesuai dengan standar internasional.

“Banyak sekali duit anak muda hilang dengan mudahnya melalui skema investasi yang tidak aman. Sayang sekali, karena kemudahan investasi itu juga mudah juga hilangnya. Jadi, kita bicara bagaimana menarik investasi anak muda itu ke proyek-proyek pembangunan Indonesia,” kata Tomi dalam #SDGTalks: Smart Investment for Smarter Generation, Selasa (24/5/2022).

National Project Manager, Assist UNDP Indonesia, Nila Murti mengatakan, pihaknya sejak lama telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia terkait bagaimana mendorong generasi muda untuk dapat berinvestasi dengan cara bijak dan cerdas. Salah satunya dengan mendukung Kementerian Keuangan menerbitkan Green Sukuk, yang pada 2018 dikeluarkan oleh pemerintah.

Nila menjelaskan, dukungan UNDP sejak penerbitan SDGs Bond maupun Green Sukuk dikategorikan menjadi tiga pilar. Pertama teknikal sistem, yakni penyusunan framework, pemilihan proyek-proyek yang sesuai dengan kriteria dalam framework, hingga memastikan proyek-proyek yang dibiayai memenuhi kriteria.

Kedua, capacity building, yakni sebagai proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan green sukuk maupun lainnya. “Serta ketiga, campaign dan advokasi. Kita melakukan kampanye terkait risiko dan kesadaran mengenai instrumen pembiayaan kepada generasi muda,” ujar dia.

Kemudian, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan juga mengungkapan, sejak penerbitan green sukuk atau sukuk hijau mulai 2018 sampai 2020, berhasil mengurangi emisi 10,3 juta ton setara karbon dioksida. Menurut Deni, investor milenial yang mulai berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) ini dapat membantu perekonomian agar pembiayaan pembangunan juga dapat lebih mandiri.

“Kalau teman-teman banyak yang bertanya kenapa pemerintah hutang terus, karena kita harapkan adanya semakin besar kontribusi dari investor domestik. Kenapa kita sasar generasi muda? Karena harapannya milenial dari yang masih SMA atau kuliah, atau kerja, setelah mengetahui manfaat investasi, harapannya ke depan Indonesia bisa mendapat sumber pembiayaan jangka panjang dari domestik, tanpa tergantung dari investor asing. Jadi kita punya kemandirian dari sisi pembangunan,” ujarnya.

Deni menuturkan, catatan pihaknya menunjukkan bahwa ada 40% generasi milenial telah menjadi investor retail domestik di Indonesia. Bahkan, ada sekitar 1% dari Generasi Z, yakni siswa SMA, juga sudah mulai untuk berinvestasi.

“Kondisi sektor keuangan kita saat ini didominasi oleh perbankan, yang mana pengelolaan dananya jangka pendek. Sementara kita untuk pembangunan itu perlu dibiayai oleh sumber-sumber jangka panjang. Misal pembangunan jembatan, airport dan sarana lainnya, itu tentu membutuhkan waktu jangka panjang. Untuk itu pemerintah dalam pembiayaan ini tidak hanya kejar jumlah saja, tapi juga ingin mencoba kembangkan pasar keuangan,” ucapnya.

Baca Juga: Data Berbasis SDGS Pastikan Desa Miliki Arah Bergerak Lebih Maju

Pada #SDGTalks: Smart Investment for Smarter Generation juga turut hadir Mike Rini Sutikno, Financial Planner; Ni Putu Kurniasari, Chief Operating Bareksa; serta Arfan Arlanda, Chief Excecutive Officer Jejak.in.

Ketiganya mengatakan, generasi muda harus memastikan dan mengetahui bahwa investasi yang mereka pilih dapat digunakan untuk program-program yang kredibel, bisa dipertanggung jawabkan dan hasilnya dapat dirasakan. Selain itu, dalam pemilihan instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan karakteristik pengguna.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved