Stasiun Gambir Bakal Pensiun Layani Rute Jarak Jauh, Begini Sejarahnya
Kamis, 26 Mei 2022 - 16:00 WIB
loading...
Stasiun Gambir akan digunakan untuk naik-turun penumpang KRL Commuter Line. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akan mengalihfungsikan Stasiun Gambir menjadi stasiun khusus KRL Commuter Line. Hal tersebut telah sesuai dengan master plan pembangunan Stasiun Manggarai untuk program Double Double Track (DDT).
Mengutip laman resmi heritage PT KAI, Stasiun Gambir merupakan stasiun kelas besar yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Letaknya persis di sebelah timur Tugu Monas terletak di ketinggian kurang lebih 16 meter di bawah Daerah Operasional 1 DKI Jakarta.
Baca Juga: Gantikan Manggarai, Stasiun Gambir Akan Digunakan Naik Turun KRL
Stasiun Gambir bermula dari lahirnya Halte Koningsplein. Di mana gagasan pembangunan jalur kerata api di Batavia pada 1846. Kala itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda J. J. Rochussen mengusulkan pemerintah untuk membangun jalur kereta api dari Jakarta menuju ke Buitenzorg atau sekarang dengan Bogor.
Tujuan pembangunan jalur tersebut guna mendorong ekonomi, politik serta mendukung kelancaran komunikasi pemerintahan. Ditinjau dari segi ekonomi, keberadaan layanan kereta api sebagai pengangkutan komoditas, utamanya perkebunan dari pedalaman Priangan ke Pelabuhan Jakarta.
jalur tersebut terhubung dengan Istana Bogor, yang kala itu bernama Algemeene Secretarie sebagai tempat Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pusat administrasi pemerintahan.
Mengutip laman resmi heritage PT KAI, Stasiun Gambir merupakan stasiun kelas besar yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Letaknya persis di sebelah timur Tugu Monas terletak di ketinggian kurang lebih 16 meter di bawah Daerah Operasional 1 DKI Jakarta.
Baca Juga: Gantikan Manggarai, Stasiun Gambir Akan Digunakan Naik Turun KRL
Stasiun Gambir bermula dari lahirnya Halte Koningsplein. Di mana gagasan pembangunan jalur kerata api di Batavia pada 1846. Kala itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda J. J. Rochussen mengusulkan pemerintah untuk membangun jalur kereta api dari Jakarta menuju ke Buitenzorg atau sekarang dengan Bogor.
Tujuan pembangunan jalur tersebut guna mendorong ekonomi, politik serta mendukung kelancaran komunikasi pemerintahan. Ditinjau dari segi ekonomi, keberadaan layanan kereta api sebagai pengangkutan komoditas, utamanya perkebunan dari pedalaman Priangan ke Pelabuhan Jakarta.
jalur tersebut terhubung dengan Istana Bogor, yang kala itu bernama Algemeene Secretarie sebagai tempat Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pusat administrasi pemerintahan.
Lihat Juga :