UE Siap Pangkas 90% Impor dari Rusia, Harga Minyak Sentuh USD122 per Barel
Selasa, 31 Mei 2022 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir pasar menilai lebih banyak permintaan Asia melalui China, namun kekhawatiran yang mencolok adalah meroketnya harga bensin di SPBU yang dapat menyebabkan kehancuran permintaan musim mengemudi," tambah Innes.
Baca Juga: Terungkap Alasan Tidak Ada Satu pun Jembatan di Atas Sungai Amazon
Permintaan dari China diperkirakan akan meningkat setelah pelonggaran pembatasan COVID-19. Shanghai telah mengumumkan berakhirnya penguncian selama dua bulan, dan akan memungkinkan sebagian besar orang di kota terbesar China untuk meninggalkan rumah mereka dan mengendarai mobil mereka mulai Rabu.
Di sisi produksi, OPEC+ akan tetap berpegang pada kesepakatan tahun lalu pada pertemuannya pada hari Kamis, dengan kenaikan produksi Juli sebesar 432.000 barel per hari. Enam sumber OPEC+ menolak seruan Barat untuk peningkatan produksi lebih cepat guna menurunkan lonjakan harga.
Harga minyak di kedua sisi Atlantik telah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade pada 2022 dan naik lebih dari 55% sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Terungkap Alasan Tidak Ada Satu pun Jembatan di Atas Sungai Amazon
Permintaan dari China diperkirakan akan meningkat setelah pelonggaran pembatasan COVID-19. Shanghai telah mengumumkan berakhirnya penguncian selama dua bulan, dan akan memungkinkan sebagian besar orang di kota terbesar China untuk meninggalkan rumah mereka dan mengendarai mobil mereka mulai Rabu.
Di sisi produksi, OPEC+ akan tetap berpegang pada kesepakatan tahun lalu pada pertemuannya pada hari Kamis, dengan kenaikan produksi Juli sebesar 432.000 barel per hari. Enam sumber OPEC+ menolak seruan Barat untuk peningkatan produksi lebih cepat guna menurunkan lonjakan harga.
Harga minyak di kedua sisi Atlantik telah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade pada 2022 dan naik lebih dari 55% sepanjang tahun ini.
(fai)
Lihat Juga :