Upaya Mendongkrak Peningkatan Ekspor UMKM dan Pengusaha Daerah

Rabu, 01 Juni 2022 - 08:15 WIB
loading...
Upaya Mendongkrak Peningkatan...
Kinerja ekspor bisa terus ditingkatkan jika kendalanya diatasi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menurut data Badan Pusat Statistik neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret 2022 kembali surplus USD4,53 miliar. Solidnya performa neraca dagang ditopang oleh kinerja ekspor yang terus menguat di tengah peningkatan harga berbagai komoditas andalan.

Baca juga: Selama Januari - April 2022, Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit USD2,38 Miliar

Ekspor merupakan bagian penting dalam proses perdagangan yang dapat secara signifikan menggerakkan perekonomian serta meningkatkan pertumbuhan. Surplus neraca perdagangan tentu saja akan menambah cadangan devisa. Untuk dapat menghasilkan devisa yang lebih besar, Indonesia harus mampu meningkatkan kegiatan ekspor.

Sejatinya, potensi peningkatan ekspor produk-produk Indonesia cukup tinggi, terutama yang berasal dari kalangan UMKM dan juga pengusaha-pengusaha di daerah. Sayangnya masih sedikit sekali pengetahuan dan akses informasi buat mereka tentang cara dan prosedur untuk melakukan ekspor.

Untuk mengatasi itu, lahirlah aplikasi Bisa Ekspor. Tidak hanya edukasi ekspor, Bisa Ekspor juga menciptakan ekosistem ekspor lainnya untuk mendukung kegiatan ekspor para member di komunitasnya. Antara lain produk ekspor, modal ekspor, logistik ekspor, dan desa ekspor. Di bawah bendera PT Indonesia Bisa Ekspor, aplikasi terbaru mereka Bisa Ekspor V3 resmi diluncurkan.

Upaya Mendongkrak Peningkatan Ekspor UMKM dan Pengusaha Daerah

Julio Ekspor, CEO Bisa Ekspor

Bisa Ekspor sendiri merupakan platform pendidikan ekspor No.1 di Indonesia dengan jumlah komunitas mencapai 250 ribu member di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Aplikasi Bisa Ekspor V3 hadir dengan tujuan mewujudkan edukasi ekspor, khusus untuk seluruh masyarakat agar bisa berkontribusi dalam kegiatan ekspor di Indonesia.

“Aplikasi Bisa Ekspor V3 ini di dalamnya memuat fitur-fitur yang lebih lengkap dari semua sisi. Di sini kami mengerjakan masalah teman-teman eksportir dengan ekosistem yang sedang kami bangun. Kami ingin mematahkan stigma kalau ekspor itu susah, kami berharap bisa mewujudkan visi mencetak 1 juta pahlawan devisa untuk Indonesia,” kata CEO Bisa Ekspor, Julio Ekspor, Rabu (01/06/2022).

Julio menambahkan Aplikasi Bisa Ekspor V3 memiliki banyak keunggulan seperti terdapat 50+ materi pembelajaran super menarik dan mudah dipahami, fitur diskusi antara sesama eksportir untuk membahas hal menarik di dunia ekspor serta kelas-kelas menarik seputar ekspor dan pengembangan bisnis mendalam di fitur Kampus Ekspor.

Selain itu masih banyak fitur yang memudahkan pengusaha antara lain forum Jual Beli, event maupun webinar dari eksportir berpengalaman. Dan yang lebih penting lagi dengan aplikasi ini calon eksportir dapat konsultasi langsung dengan para konsultan ekspor yang expert di bidangnya melalui fitur konsultasi. Melakukan pencarian data buyer yang lebih canggih dan lebih lengkap sharing progress ekspor dan pengetahuan di Feeds bisa ekspor.

Dengan bergabung bersama Komunitas Bisa Ekspor calon eksportir bisa lebih mudah untuk mencari lebih banyak supplier komoditas terpercaya dari Indonesia sekaligus mendapatkan buyer dari luar negeri.

Baca juga: Haruskah Anies Baswedan Masuk Parpol?

"Sejak berdiri 3 tahun lalu Bisa Ekspor sudah mencetak ratusan eksportir baru yang memasarkan produk daerahnya menembus pasar global. Kami percaya Bisa Ekspor bisa jadi jembatan membangun komunitas pengusaha yang berorientasi ekspor. Komunitas ini diharapkan mampu membentuk ekosistem yang mendorong masyarakat semakin aktif dalam kegiatan perdagangan internasional," tandas Julio.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Rekomendasi
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved