Waduh! Harga Pangan Diramal Bakal Naik Terus Tahun Ini

Kamis, 02 Juni 2022 - 19:31 WIB
loading...
Waduh! Harga Pangan...
Kenaikan harga pangan diramal akan berlanjut hingga akhir tahun 2022. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2022.

Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hari ini saja, Kamis (2/6/2022), beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan. Seperti cabai rawit hijau naik Rp 2.450/kg atau dibanderol Rp 52.400, cabai rawit merah naik Rp 2.650/kg atau dibanderol Rp 65.100 cabai merah naik Rp 600/kg atau seharga Rp 57.200, tak terkecuali cabai merah keriting naik Rp 1.100/kg dibandingkan harga kemarin menjadi Rp 54.300.

Begitu juga telur ayam ras segar juga naik menjadi Rp 28.000/kg dan bawang merah ukuran sedang naik Rp 150 menjadi Rp 43.050/kg.

"Kenaikan harga pangan ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Faktornya bukan hanya karena faktor permintaan yang naik setelah pandemi reda, tapi ada gangguan pasokan yang cukup serius," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga: Dituduh Sebabkan Krisis Pangan, Rusia Tuding Balik Eropa

Bhima menilai ada faktor lain selain itu, di antaranya adanya konflik di Ukraina yang secara tidak langsung berdampak ke harga pangan dan pupuk dunia. Kata dia, hal ini membuat produsen seperti India sampai melakukan pembatasan ekspor gula dan gandum ke beberapa negara lainnya termasuk Indonesia.

Selain itu, Ekonom CELIOS itu mengatakan, saat ini pakan ternak mengalami kenaikan karena harga jagung dan gandum meningkat tajam sejak awal tahun. Hal ini yang menjadi salah satu pemicu harga jual daging dan telur mahal.

"Berdasarkan data di pasar spot internasional, harga jagung mengalami kenaikan sebesar 10,8 persen setahun terakhir, dan gandum 57,9 persen di periode yang sama. Bukan hanya Indonesia, di hampir seluruh dunia input pakan ternak alami lonjakan harga," beber Bhima.

Kemudian, lanjut Bhima, di sektor pertanian harga pupuk non subsidi naik tajam. Urea bisa lebih dari 200 persen kenaikan harganya.

"Hal ini jugalah yang menyebabkan biaya produksi naik, sehingga harga cabe ikut mahal. Selain tentunya ada faktor cuaca, dan musim tanam yang berbeda di beberapa daerah penghasil utama," jelas Bhima.

Baca Juga: Waspada! Indonesia Terancam Krisis Pangan dan Energi

Maka dari itu Bhima menyarankan pemerintah agar meningkatkan cadangan pangan nasional khususnya beras, kedelai dan jagung. Kata dia, dalam hal ini, peran Bulog harus lebih dioptimalkan untuk mencegah kelangkaan pangan di daerah.

Dia juga mengimbau agar Program Keluarga Harapan (PKH) sebaiknya diperluas ke 15-20 juta keluarga penerima. Bagi masyarakat ia menyarankan harus lebih banyak berhemat dan prioritaskan sisa tabungan untuk dana darurat. Hindari ketergantungan pada utang konsumtif secara berlebihan, dan jaga gaya hidup tetap sederhana.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Di Luar Kendali, Inflasi...
Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM
Kondisi Kelas Menengah,...
Kondisi Kelas Menengah, Saat Gaji Satu Pintu Tak Lagi Cukup
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Misa Kenaikan Yesus...
Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Berlangsung Khidmat
Rekomendasi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved