Sejarah Penemuan Harta Karun Minyak yang Mengubah Nasib Qatar Menjadi Kaya Raya

Senin, 06 Juni 2022 - 11:57 WIB
loading...
A A A
Pembatasan tersebut baru sedikit longgar pada tahun 1925. Ahli geologi Inggris yang bekerja di Anglo-Persian Oil Company atau APOC, George Martin Lees, mengunjungi Doha dan beberapa tempat lain di Qatar, tahun 1926. Namun, ia justru merasa sulit menemukan sumber minyak di sana.

Kekhawatiran APOC bertambah, sebab saingannya, Standard Oil Company of California asal Amerika Serikat telah menemukan cadangan minyak di Bahrain. Selanjutnya perusahaan tersebut dikhawatirkan akan terlebih dahulu menemukan ladang minyak di Qatar.

Pada 1933, APOC mengirimkan 2 ahli geologinya, P.T Cox dan E.W Shaw ke Qatar. Usai melakukan observasi selama kurang lebih 3 bulan, mereka menemukan potensi minyak menjanjikan di Kota Dukhan. Sama persis seperti apa yang ada di Bahrain.

Memasuki tahun 1940, minyak di Qatar mulai dieksplorasi dan diproduksi secara luas. Dalam sehari, negara tersebut mampu menghasilkan 4.000 barel minyak. Sayangnya, eksportasi harus terhenti akibat Perang Dunia ke-2, dan baru bisa dilakukan lagi pada 1949.

Pasca penemuan kilang minyak yang melimpah ruah, masyarakat Qatar mulai menuai hasilnya. Negara itu berhasil mengelola minyaknya sendiri dan memperbaiki kehidupan ekonominya. Anak-anak di Qatar mulai mendapat pendidikan dengan kualitas baik dan sejahtera.

Baca Juga: Arab Saudi Kerek Harga Jual Minyak Mentah ke Asia, Brent Tembus USD117,96 per Barel

Bahkan hari ini, pendapatan dari minyak dan gas membuat pendapatan per kapita rata-rata di Qatar mencapai lebih dari USD98,800, jauh melampaui Amerika Serikat atau Inggris" tulis Harrison Jacobs dalam How Qatar got so rich so fast pada 2015.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Rekomendasi
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
6 Negara Arab yang Kaya...
6 Negara Arab yang Kaya Raya karena Memiliki Ladang Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved