Minat Konsumen terhadap Produk Rumah Tapak Masih Tinggi
Senin, 06 Juni 2022 - 13:26 WIB
loading...
Pasca pemulihan pandemi Covid-19, produk rumah tapak diperkirakan tetap menjadi primadona di pasar properti pada 2022.
A
A
A
JAKARTA - Pasca pemulihan pandemi Covid-19, produk rumah tapak diperkirakan tetap menjadi primadona di pasar properti pada 2022. Menurut Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan dalam diskusi “Properti Siap Take Off”, produk rumah tapak saat ini masih diminati oleh kalangan pembeli rumah pertama dan properti.
Ia juga menuturkan bahwa para pengembang properti kini meluncurkan rumah yang menjawab tantangan pasar yaitu hunian compact dengan fasilitas yang juga mendukung kenyamanan bekerja.
(Baca juga:Pertumbuhan Rumah Tapak Didukung Insentif dari Pemerintah)
Mendukung tren tersebut, Real Estate Indonesia (REI) melalui hasil kajian risetnya menunjukkan bahwa rumah tapak masih menjadi favorit pasar properti terlebih untuk produk rumah tapak dengan harga Rp500 juta sampai dengan Rp1,3 miliar.
Sebagai pengembang properti terkemuka, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga melihat peningkatan kinerja penjualan produk rumah tapak saat ini. CEO LPKR John Riady mengemukakan bahwa peningkatan kinerja ini turut didukung oleh tren suku bunga rendah dan penerapan uang muka yang ringan sehingga menarik minat para pembeli rumah pertama dan investor properti.
Ia juga menuturkan bahwa para pengembang properti kini meluncurkan rumah yang menjawab tantangan pasar yaitu hunian compact dengan fasilitas yang juga mendukung kenyamanan bekerja.
(Baca juga:Pertumbuhan Rumah Tapak Didukung Insentif dari Pemerintah)
Mendukung tren tersebut, Real Estate Indonesia (REI) melalui hasil kajian risetnya menunjukkan bahwa rumah tapak masih menjadi favorit pasar properti terlebih untuk produk rumah tapak dengan harga Rp500 juta sampai dengan Rp1,3 miliar.
Sebagai pengembang properti terkemuka, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga melihat peningkatan kinerja penjualan produk rumah tapak saat ini. CEO LPKR John Riady mengemukakan bahwa peningkatan kinerja ini turut didukung oleh tren suku bunga rendah dan penerapan uang muka yang ringan sehingga menarik minat para pembeli rumah pertama dan investor properti.
Lihat Juga :