Potensi Ekonomi Digital RI Capai Rp5.400 T, Teten: Jangan Sampai Dikuasai Asing
Senin, 06 Juni 2022 - 14:41 WIB
loading...
Kemenkop UKM dan Komisi VI DPR RI mendorong mahasiswa untuk melakukan pendampingan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya untuk melakukan pemasaran secara digital. Foto/Dok
A
A
A
BANYUMAS - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dan Komisi VI DPR RI mendorong mahasiswa untuk melakukan pendampingan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya untuk melakukan pemasaran secara digital .
"Potens i ekonomi digital kita diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun. Terbesar di Asia Tenggara," kata Menkop UKM, Teten Masduki, dalam peresmian Enterpreneur Creative Project, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (4/6).
Baca Juga: Wamen Angela Tanoesoedibjo Dorong UMKM Go Digital
Teten menilai, sekitar 50 persen produk yang ada di e-commerce merupakan barang impor. Sehingga seharusnya para wirausaha muda saat ini, selain harus mampu menguasai pasar dalam negeri, juga harus kompetitif di pasar global.
"Jangan sampai potensi tersebut dikuasai asing," ujar dia.
Anggota Komisi VI FPKB DPR RI, Siti Mukaromah menambahkan, tantangan utama Era Industri 4.0 adalah Pemasaran, termasuk di dalamnya digitalisasi.
"Ketika bicara digitalisasi. Di dalamnya ada permasalahan keterbatasan literasi digital , kemasan produk bagaimana agar menarik eye catching. Strategi pemasaran digital, misalnya promo-promo, dsb. Lalu infrastruktur digital, dukungan handphone, penggunaannya bagaimana, dan sebagainya," papar Erma.
"Potens i ekonomi digital kita diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun. Terbesar di Asia Tenggara," kata Menkop UKM, Teten Masduki, dalam peresmian Enterpreneur Creative Project, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (4/6).
Baca Juga: Wamen Angela Tanoesoedibjo Dorong UMKM Go Digital
Teten menilai, sekitar 50 persen produk yang ada di e-commerce merupakan barang impor. Sehingga seharusnya para wirausaha muda saat ini, selain harus mampu menguasai pasar dalam negeri, juga harus kompetitif di pasar global.
"Jangan sampai potensi tersebut dikuasai asing," ujar dia.
Anggota Komisi VI FPKB DPR RI, Siti Mukaromah menambahkan, tantangan utama Era Industri 4.0 adalah Pemasaran, termasuk di dalamnya digitalisasi.
"Ketika bicara digitalisasi. Di dalamnya ada permasalahan keterbatasan literasi digital , kemasan produk bagaimana agar menarik eye catching. Strategi pemasaran digital, misalnya promo-promo, dsb. Lalu infrastruktur digital, dukungan handphone, penggunaannya bagaimana, dan sebagainya," papar Erma.
Lihat Juga :