BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Selasa, 23 Juni 2020 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga lanjutnya, memfasilitasi relokasi investasi asing. Bahlil menegaskan, kejadian 2017 jangan sampai terulang. Saat itu, tidak ada relokasi pabrik dari China ke Indonesia, semua lari ke Vietnam.
Maka, kata dia, BKPM telah membentuk satgas khusus relokasi perusahaan dari China. "BKPM sudah melakukan (upaya). InsyaAllah kejadian 2017-2018 tidak akan terjadi sekarang ini. Biar datanya disampaikan Pak Presiden. InsyaAllah ada kabar gembira," tuturnya.
Keempat, kata dia, debottlenecking dan aftercare investasi melalui pendampingan investor. Kelima, yakni melakukan perluasan daftar positif investasi. Ia menekankan perluasan daftar positif investasi ini dikecualikan bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah yang wajib memiliki tempat khusus di dalam negeri.
Berikutnya strategi terakhir, yaitu melakukan deregulasi dan integrasi perizinan. "Dulu kita cuma perintahkan saja ke daerah untuk membuat tapi aplikasinya tidak kita siapkan. Ada aplikasi Si Cantik, Si Jelek, Si Norak, banyak sekali, namun tidak seragam. Kita ingin ke depan pemerintah pusat menyeragamkan semua. Dikasih hardware dan software-nya," jelasnya.
Maka, kata dia, BKPM telah membentuk satgas khusus relokasi perusahaan dari China. "BKPM sudah melakukan (upaya). InsyaAllah kejadian 2017-2018 tidak akan terjadi sekarang ini. Biar datanya disampaikan Pak Presiden. InsyaAllah ada kabar gembira," tuturnya.
Keempat, kata dia, debottlenecking dan aftercare investasi melalui pendampingan investor. Kelima, yakni melakukan perluasan daftar positif investasi. Ia menekankan perluasan daftar positif investasi ini dikecualikan bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah yang wajib memiliki tempat khusus di dalam negeri.
Berikutnya strategi terakhir, yaitu melakukan deregulasi dan integrasi perizinan. "Dulu kita cuma perintahkan saja ke daerah untuk membuat tapi aplikasinya tidak kita siapkan. Ada aplikasi Si Cantik, Si Jelek, Si Norak, banyak sekali, namun tidak seragam. Kita ingin ke depan pemerintah pusat menyeragamkan semua. Dikasih hardware dan software-nya," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :