AS Kerek Suku Bunga Acuan, Sri Mulyani Was-was Terjadi Krisis Keuangan

Selasa, 07 Juni 2022 - 18:57 WIB
loading...
AS Kerek Suku Bunga...
Menkeu Sri Mulyani mewaspadai ancaman terjadinya krisis keuangan ketika The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebagai upaya mengendalikan inflasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai, kenaikan Fed Rate atau suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebagai upaya mengendalikan inflasi di AS yang sudah mencapai 8%, inflasi Inggris melewati 9%, dan inflasi Eropa di atas 7%. Kondisi itu membuat negara itu menaikkan suku bunganya, yang pada akhirnya berdampak kepada negara berkembang.

"Inilah yang terjadi di AS dimana sekarang di seluruh dunia menggunakan dolar AS lebih dari 60% sehingga dolarisasi itu mempengaruhi. Setiap kebijakan Fed Funds Rate pasti akan mempengaruhi seluruh dunia," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPD RI di Jakarta, Selasa (7/6/2022).Baca Juga: Peringatan Resesi Global Berbunyi di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ekonom: Belum

Secara historis, AS dalam 40 tahun terakhir, ketika inflasi melonjak tinggi, maka akan direspon dengan kenaikan suku bunga. Berdasarkan chart data dari tahun 1970 hingga 2022, pada saat inflasi tinggi yang kemudian menyebabkan suku bunga naik adalah ketika terjadi perang di Iran-Irak, embargo minyak, dan waktu terjadinya berbagai situasi kenaikan pressure dari sisi harga minyak.

"Fed Funds Rate melakukan overshooting untuk memukul inflasi kembali turun. Namun, yang turun ke bawah tidak hanya inflasi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi AS. Pada saat inflasi tinggi, dan bahkan ketika Fed Funds Ratenya mencapai 20%, bayangkan dari 0 bisa sampai setinggi itu," jelas Sri Mulyani.

Kepada Komite IV DPD RI, Sri Mulyani menyampaikan bahwa dalam lingkungan kebijakan mereka, terbiasa dengan harga dolar AS dengan suku bunga selalu rendah selama tahun 2010 hingga sekarang. Dia menyebutkan, di AS, suku bunganya pernah mencapai 5% hingga 20% pada saat inflasi pernah mencapai 14%.

"Kalau AS melakukan adjustment, maka akan terjadi resesi. Dari chart data, AS pernah mengalami negative growth beberapa kali, itulah yang disebut antara kombinasi antara inflasi dan resesi yang kemudian disebut sebagai stagflasi. Tahun ini, kita lihat suku bunganya masih di 0,25 dan kemarin Fed Funds Rate sudah naik 50%, dia akan menuju ke 3,5%," jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Diminta Beri Perhatian Serius Ancaman Krisis Pangan Global
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Infografis
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved