Kinerja Positif, Pendapatan Blue Bird Tumbuh 40,4% di Kuartal I 2022
Rabu, 08 Juni 2022 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Tak berhenti di situ, Blue Bird juga menorehkan pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, dpersiasi dan amortisasi (EBITDA) seebsar Rp149 miliar atau meningkat 89% dibandingkan medio yang sama tahun lalu. Tahun ini perusahaan dengan kode saham BLUE tersebut juga mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp1,3 triliun.
"Capex tahun ini berasal dari kas internal perusahaan. Kami belum niat untuk mengajukan pinjaman atau menerbitkan surat utang," kata dia.
Sigit mengungkapkan bahwa tahun ini berencana mencambah 5.000 armada baru. Rinciannya sebanyak 500 merupakan mobil listrik. Berdasarkan laporan Blue Bird, saat ini telah memiliki 23.000 kendaraan operasional di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono menegaskan bahwa perseroan akan terus bertransformasi dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja. Saat ini pemesanan Blue Bird bisa di akses lebih mudah dengan menggunakan aplikasi.
"Multi channel reservations bisa di akses melalui My Blue Bird. Selain itu bisa lewat call center, namun paling banyak memang masih setop di pinggir jalan. Sementara 25% pemesanan disumbang dari mitra seperti Gojek, Traveloka dan sebagainya," kata dia.
"Capex tahun ini berasal dari kas internal perusahaan. Kami belum niat untuk mengajukan pinjaman atau menerbitkan surat utang," kata dia.
Sigit mengungkapkan bahwa tahun ini berencana mencambah 5.000 armada baru. Rinciannya sebanyak 500 merupakan mobil listrik. Berdasarkan laporan Blue Bird, saat ini telah memiliki 23.000 kendaraan operasional di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono menegaskan bahwa perseroan akan terus bertransformasi dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja. Saat ini pemesanan Blue Bird bisa di akses lebih mudah dengan menggunakan aplikasi.
"Multi channel reservations bisa di akses melalui My Blue Bird. Selain itu bisa lewat call center, namun paling banyak memang masih setop di pinggir jalan. Sementara 25% pemesanan disumbang dari mitra seperti Gojek, Traveloka dan sebagainya," kata dia.
Lihat Juga :