alexametrics

RUPSLB MNC Sky setujui pinjaman USD250 juta

loading...
RUPSLB MNC Sky setujui pinjaman USD250 juta
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Pemegang saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini menyetujui rencana perseroan memperoleh pinjaman dari bank dan/atau lembaga keuangan lainnya maksimal USD250 juta dengan tingkat suku bunga LIBOR +4,25 persen yang memiliki tenor tiga tahun.

Direktur Keuangan MSKY Effendi Budiman mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil pinjaman tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk melakukan pelunasan obligasi lebih awal sebesar USD165 juta yang akan jatuh tempo pada November 2015.

"Dalam RUPSLB hari ini, pemegang saham telah memberi izin atas rencana perseroan untuk membiayai kembali (refinancing) Obligasi yang akan jatuh tempo pada November 2013," ujar Effendi usai RUPSLB, Jumat (11/10/2013).



Adapun, dalam utang Obligasi senilai USD165 juta, perseroan memiliki call option yang dapat dijalankan pada 16 November 2013.

"Intinya tujuan refinancing yang kami lakukan ini untuk penghematan karena bunganya lebih rendah," sambung Effendi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur MSKY Handhi S. Kentjono mengungkapkan, dengan pembiayaan kembali tersebut, maka perseroan dapat melakukan penghematan mencapai USD10 juta/tahun dari biaya bunga.

Dirinya menjelaskan, hal ini dikarenakan tingkat bunga pinjaman baru yang lebih rendah dibandingkan tingkat bunga atas Obligasi saat ini sebesar 12,75 persen/tahun.

"Dengan struktur pinjaman yang baru ini, perseroan dapat melakukan penghematan yang signifikan, yang bisa kami gunakan untuk terus meningkatkan kinerja perseroan. Efisiensi biaya ini akan diinvestasikan kembali untuk perseroan dengan mengakuisisi konten-konten bermutu yang akan menambah keputusan pelanggan dalam menikmati layanan kami," papar dia.

Effendi menambahkan, pinjaman bank tersebut berasal dari sindikasi bank yang dipimpin oleh Deutche Bank dan Standard Chartered Bank. Sementara kepastian dari jumlah pinjaman tersebut akan ditentukan pada pertengahan November 2013.

"Pertengah bulan depan akan kita umumkan berapa besar jumlah pinjaman yang akan kami peroleh," ungkap dia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak