Siapakah Perdana Menteri yang Telepon Jokowi Malam-malam Soal Minyak Goreng? Ini Jawabannya?
Selasa, 14 Juni 2022 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Malaysia juga dicoret karena mereka merupakan negara penghasil CPO terbesar kedua setelah Indonesia, meski pemerintahannya dipegang oleh perdana menteri. Begitu pula dengan Sepanyol karena konsumsi CPO di sana terbilang kecil.
Bagaimana dengan Bangladesh? Bangladesh menjadi negara tujuan ekspor terbesar kelima sejak Januari hingga Maret 2022 dengan nilai USD366,8 juta. Meski pemerintahannya dipimpin perdana menteri, saat ini kondisi Bangladesh memang tengah terjadi krisis ekonomi, politik, dan juga sosial. Mengutip pernyataan Jokowi bahwa jika minyak goreng tak dikirim akan sekali akan menimbulkan krisis sosial, ekonomi, dan politik, tampaknya Bangladesh juga harus dicoret. Pasalnya, semua itu sudah terjadi di Bangladesh.
Jadi tinggal dua negara yang perdana menterinya menelepon Jokowi, yaitu India dan Pakistan. Kedua negara itu saat ini sama-sama menghadapi permasalahan minyak goreng.
Dikutip dari thefinancialexpress.com, Pemerintah Pakistan telah menaikkan harga minyak goreng menjadi Rp43.371 per liter, level tertinggi sepanjang masa. Pasokan minyak goreng di Pakistan memang terancam krisis. Meskipun Indonesia telah membuka keran ekspor minyak sawit pada 23 Mei, namun tidak ada satu kapal pun yang dimuat di laut lepas atau di pelabuhan Indonesia untuk pengiriman ke Pakistan. Sekitar 87 persen total impor minyak sawit Pakistan berasal dari Indonesia, dan sisanya dipenuhi dari Malaysia.
Baca juga: PAN Ungkap Dapat Jatah Satu Menteri di Kabinet Jokowi
Di India juga sami mawon. Dilaporkan oleh Hindustan Times, Selasa (14/6/2022), muncul kabar India akan mengizinkan ekspor gandum ke Indonesia agar pasokan CPO Indonesia ke negara itu tak mengalami kesulitan. Saat ini India diliputi kekhawatiran kekurangan pasokan minyak nabati, sehingga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di sana.
Bagaimana dengan Bangladesh? Bangladesh menjadi negara tujuan ekspor terbesar kelima sejak Januari hingga Maret 2022 dengan nilai USD366,8 juta. Meski pemerintahannya dipimpin perdana menteri, saat ini kondisi Bangladesh memang tengah terjadi krisis ekonomi, politik, dan juga sosial. Mengutip pernyataan Jokowi bahwa jika minyak goreng tak dikirim akan sekali akan menimbulkan krisis sosial, ekonomi, dan politik, tampaknya Bangladesh juga harus dicoret. Pasalnya, semua itu sudah terjadi di Bangladesh.
Jadi tinggal dua negara yang perdana menterinya menelepon Jokowi, yaitu India dan Pakistan. Kedua negara itu saat ini sama-sama menghadapi permasalahan minyak goreng.
Dikutip dari thefinancialexpress.com, Pemerintah Pakistan telah menaikkan harga minyak goreng menjadi Rp43.371 per liter, level tertinggi sepanjang masa. Pasokan minyak goreng di Pakistan memang terancam krisis. Meskipun Indonesia telah membuka keran ekspor minyak sawit pada 23 Mei, namun tidak ada satu kapal pun yang dimuat di laut lepas atau di pelabuhan Indonesia untuk pengiriman ke Pakistan. Sekitar 87 persen total impor minyak sawit Pakistan berasal dari Indonesia, dan sisanya dipenuhi dari Malaysia.
Baca juga: PAN Ungkap Dapat Jatah Satu Menteri di Kabinet Jokowi
Di India juga sami mawon. Dilaporkan oleh Hindustan Times, Selasa (14/6/2022), muncul kabar India akan mengizinkan ekspor gandum ke Indonesia agar pasokan CPO Indonesia ke negara itu tak mengalami kesulitan. Saat ini India diliputi kekhawatiran kekurangan pasokan minyak nabati, sehingga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di sana.
(uka)
Lihat Juga :