Bank Indonesia Dorong Sulsel Tiru Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo
Rabu, 15 Juni 2022 - 04:15 WIB
loading...
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana (dua dari kiri) memberikan cendera mata kepada Elba Damhuri pada pelatihan wartawan di Labuan Bajo, NTT. Foto: Luqman Zainuddin
A
A
A
LABUAN BAJO - Bank Indonesia mendorong pemerintah di Sulsel untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Meniru daerah yang sukses dalam mengembangkan pariwisata bisa jadi salah satu upaya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Causa Iman Karana dalam pelatihan wartawan yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari 13-15 Juni 2022.
Baca juga: Pikat Wisatawan, Kepulauan Seribu Diharapkan Berbenah Jadi Ekowisata Terumbu Karang
"Alangkah baik kita mencontoh Labuan Bajo. Tahun 2013 masih sangat samar. Tapi sekarang pertumbuhan luar biasa," ucap Causa Iman Karana.
Ia menyebutkan, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dilakukan sangat baik. Bukan hanya karena memiliki sumber daya melimpah, namun karena pengelolaannya. Bahkan bisa memanfaatkan produk daerah lain.
"Terutama banyak Kapal Pinisi yang dimanfaatkan. Padahal itu punya kita," ucap Iman Karana.
Dari pantauan SINDOnews, memang Kapal Pinisi jadi andalan pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Di salah satu dermaga, tampak puluhan Kapal Pinisi berjejer. Kapal tersebut digunakan untuk mengangkut wisatawan ke pulau-pulau yang ada dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Di sisi lain, Iman Karana berharap, wartawan mengambil peran dalam membantu mempromosikan pariwisata di Sulsel agar makin dikenal, seperti Labuan Bajo. Oleh karena itu BI pun mengajak wartawan yang bertugas di Sulsel mengunjungi objek wisata di Labuan Bajo.
![Bank Indonesia Dorong Sulsel Tiru Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo]()
Pulau Padar, salah satu tempat wisata yang dikunjungi rombongan BI di kawasan Taman Nasional Komodo
Elba Damhuri, salah satu pembicara yang dihadirkan Bank Indonesia menjelaskan, pariwisata sejatinya tak hanya memberikan manfaat secara langsung ke pemerintah lewat pajak. Namun, wartawan juga dapat meraih keuntungan.
Baca juga: Jelang Libur Lebaran, Grab Dukung Program Wisata Mudik Dispar Makassar
Lewat konten kepariwisataan, wartawan atau pelaku media bisa mendapat pemasukan lain, khususnya dari Adsense. Menurutnya, kepariwisataan adalah konten yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia.
"Dari 20 tema konten yang secara rutin dicari oleh masyarakat Indonesia, pariwisata menduduki peringkat ke-13," kata Elba yang menjabat sebagai Head of Republika.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Causa Iman Karana dalam pelatihan wartawan yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari 13-15 Juni 2022.
Baca juga: Pikat Wisatawan, Kepulauan Seribu Diharapkan Berbenah Jadi Ekowisata Terumbu Karang
"Alangkah baik kita mencontoh Labuan Bajo. Tahun 2013 masih sangat samar. Tapi sekarang pertumbuhan luar biasa," ucap Causa Iman Karana.
Ia menyebutkan, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dilakukan sangat baik. Bukan hanya karena memiliki sumber daya melimpah, namun karena pengelolaannya. Bahkan bisa memanfaatkan produk daerah lain.
"Terutama banyak Kapal Pinisi yang dimanfaatkan. Padahal itu punya kita," ucap Iman Karana.
Dari pantauan SINDOnews, memang Kapal Pinisi jadi andalan pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Di salah satu dermaga, tampak puluhan Kapal Pinisi berjejer. Kapal tersebut digunakan untuk mengangkut wisatawan ke pulau-pulau yang ada dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Di sisi lain, Iman Karana berharap, wartawan mengambil peran dalam membantu mempromosikan pariwisata di Sulsel agar makin dikenal, seperti Labuan Bajo. Oleh karena itu BI pun mengajak wartawan yang bertugas di Sulsel mengunjungi objek wisata di Labuan Bajo.

Pulau Padar, salah satu tempat wisata yang dikunjungi rombongan BI di kawasan Taman Nasional Komodo
Elba Damhuri, salah satu pembicara yang dihadirkan Bank Indonesia menjelaskan, pariwisata sejatinya tak hanya memberikan manfaat secara langsung ke pemerintah lewat pajak. Namun, wartawan juga dapat meraih keuntungan.
Baca juga: Jelang Libur Lebaran, Grab Dukung Program Wisata Mudik Dispar Makassar
Lewat konten kepariwisataan, wartawan atau pelaku media bisa mendapat pemasukan lain, khususnya dari Adsense. Menurutnya, kepariwisataan adalah konten yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia.
"Dari 20 tema konten yang secara rutin dicari oleh masyarakat Indonesia, pariwisata menduduki peringkat ke-13," kata Elba yang menjabat sebagai Head of Republika.
(luq)
Lihat Juga :