SCG Dukung Pemerintah Bahu-membahu Turunkan Emisi Karbon
Rabu, 15 Juni 2022 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pemerintah Tingkatkan Akses Listrik Rendah Karbon
Menurutnya penerapan ESG 4 Plus dimanifestasikan pada tiga bidang pertama Environment SCG Indonesia menerapkan prinsip Ekonomi Sirkular (membuat, menggunakan, dan kembali ke kita), sehingga SCG menjaga agar tidak ada produk atau bahan baku yang terbuang. Dengan memperhatikan siklus dari produk yang dihasilkan, perusahaan konglomerasi ASEAN ini berharap dapat meminimalisir buangan pada lingkungan.
Secara global, SCG telah menciptakan inovasi SCG Hybrid Cement sesuai dengan standar SCG GREEN CHOICE yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dalam proses manufakturnya, seperti penggunaan energi alternatif yang menggantikan batu bara sebesar 18 persen dan menggunakan kembali udara panas pada proses produksi untuk menghemat konsumsi energi sebesar 38 persen. Dengan strategi tersebut, SCG berhasil mereduksi emisi CO2 sebesar 0.05 ton di setiap satu ton produksi semen hybrid tersebut.
Meski menggunakan cara produksi di luar proses konvensional, semen ini dapat digunakan pembangunan jalan, jembatan, hingga mega proyek pada pembangunan gedung dan perumahan. SCG melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa, menginisiasikan pengembangan teknologi RDF (Refuse-Derived Fuel) guna mendukung pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Sampah di TPA Cimenteng akan diubah menjadi energi baru yang akan digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil pada proses pembuatan semen, sehingga produksi menjadi lebih ramah lingkungan. Penandatangan kolaborasi antara PT Semen Jawa dan Pemda Sukabumi pengolahan sampah ini sebagai sarana dan prasarana teknologi RDF akan rampung tahun ini dan pengolahan sampah dapat dimulai pada 2023.
SCG juga berkolaborasi dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk mengembangkan SCG Green Polymer, yaitu produk plastik yang ditargetkan untuk mereduksi pemanasan global, meningkatkan nilai sirkulasi daur produk yang mengedepankan prinsip 4R (Reduce, Recyclable, Recycle, dan Renewable).
Menurutnya penerapan ESG 4 Plus dimanifestasikan pada tiga bidang pertama Environment SCG Indonesia menerapkan prinsip Ekonomi Sirkular (membuat, menggunakan, dan kembali ke kita), sehingga SCG menjaga agar tidak ada produk atau bahan baku yang terbuang. Dengan memperhatikan siklus dari produk yang dihasilkan, perusahaan konglomerasi ASEAN ini berharap dapat meminimalisir buangan pada lingkungan.
Secara global, SCG telah menciptakan inovasi SCG Hybrid Cement sesuai dengan standar SCG GREEN CHOICE yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dalam proses manufakturnya, seperti penggunaan energi alternatif yang menggantikan batu bara sebesar 18 persen dan menggunakan kembali udara panas pada proses produksi untuk menghemat konsumsi energi sebesar 38 persen. Dengan strategi tersebut, SCG berhasil mereduksi emisi CO2 sebesar 0.05 ton di setiap satu ton produksi semen hybrid tersebut.
Meski menggunakan cara produksi di luar proses konvensional, semen ini dapat digunakan pembangunan jalan, jembatan, hingga mega proyek pada pembangunan gedung dan perumahan. SCG melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa, menginisiasikan pengembangan teknologi RDF (Refuse-Derived Fuel) guna mendukung pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Sampah di TPA Cimenteng akan diubah menjadi energi baru yang akan digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil pada proses pembuatan semen, sehingga produksi menjadi lebih ramah lingkungan. Penandatangan kolaborasi antara PT Semen Jawa dan Pemda Sukabumi pengolahan sampah ini sebagai sarana dan prasarana teknologi RDF akan rampung tahun ini dan pengolahan sampah dapat dimulai pada 2023.
SCG juga berkolaborasi dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk mengembangkan SCG Green Polymer, yaitu produk plastik yang ditargetkan untuk mereduksi pemanasan global, meningkatkan nilai sirkulasi daur produk yang mengedepankan prinsip 4R (Reduce, Recyclable, Recycle, dan Renewable).
Lihat Juga :