Pengurangan Pasokan Gas Rusia Makin Besar, Pembeli Teratas Eropa Tercekik

Kamis, 16 Juni 2022 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Untuk diketahui Gazprom PJSC membatasi pasokan melalui Nord Stream menjadi 67 juta meter kubik sehari sejak Kamis, kemarin. Raksasa utilitas Uniper SE, pembeli utama gas Rusia asal Jerman mengaku, telah menerima gas 25% lebih sedikit daripada yang dikontrak dari Gazprom.

Perusahaan yang berbasis di Dusseldorf itu mengatakan sejauh ini pihaknya telah mampu mengganti volume yang hilang dengan gas alam dari sumber lain. Seorang juru bicara perusahaan menerangkan, masih terlalu dini untuk mengatakan seberapa besar pengurangan akan berdampak pada keuangan mereka.

Baca Juga: Gazprom Mencoba Meyakinkan Klien Eropa Masih Bisa Membeli Gas Rusia

Gazprom menyalahkan masalah teknis dengan turbin yang diproduksi oleh Siemens Energy AG yang sangat penting untuk berfungsinya pipa. Sedangkan Siemens mengutarakan, pada hari Selasa bahwa satu turbin yang telah dikirim untuk perbaikan terdampar di Kanada karena sanksi Ottawa yang melarang layanan teknis untuk industri minyak dan gas Rusia.

Sementara itu Wakil Menteri Ekonomi, Oliver Krischer mengungkapkan, pembatasan itu dikaitkan dengan bailout Jerman senilai 10 miliar euro (USD10,4 miliar) dari bekas unit Gazprom yang sekarang berada di bawah kendali regulator energi negara itu.

"Hubungan antara dua masalah itu tidak dapat dikesampingkan, yang satu bisa menjadi reaksi terhadap yang lain," kata Krischer kepada majelis komite perlindungan iklim dan energi parlemen.

Potongan Italia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved