Dana Pemda Rp200 Triliun Ngendon di Bank, Sri Mulyani: Ironis!

Kamis, 16 Juni 2022 - 23:43 WIB
loading...
Dana Pemda Rp200 Triliun...
Sri Mulyani menyentil kepala daerah yang mengendapkan APBD di bank. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keluh kesahnya karena kinerja belanja modal pemerintah daerah ( pemda ) yang dinilainya terlalu lelet. Tak ayal, bahkan dia mengatakan bahwa kondisi ironis mengingat pemerintah pusat secara rutin mentransfer dana ke daerah.

Baca juga: Sri Mulyani Sewot Lihat Belanja Pegawai di Daerah Naik Terus

"Rutin transfer dari pemerintah pusat ke daerah, tapi realisasi belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dasar masih sangat minim. Malah pemda lebih suka menaruh uangnya di bank," ujar Sri dalam arahannya kepada gubernur dan wali kota di kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Dia mengatakan, keputusan itu justru bukan karena tidak ada uangnya. Ada beberapa persyaratan, tetapi dia mencatat bahwa daerah masih memiliki Rp200 triliun yang mengendap di bank.

"Jadi ini, kan, menggambarkan ada ironis. Ada resources, ada dananya, tapi enggak bisa dijalankan," keluhnya.

Bahkan, Sri mengatakan bahwa belanja pemda justru minus 17% pada akhir Mei 2022, dari semula Rp270 triliun menjadi Rp223 triliun.

"Belanja kita tahun ini minus 17% dari belanja kita tahun lalu. Catat, minus 17% bukan minus 1%, atau 5%. Bapak Ibu sekalian nanti perlu melihat, apa yang menjadi kendala," tegasnya.

Dia pun menyampaikan bahwa realisasi belanja sebesar Rp223 triliun justru lebij banyak dialokasikan untuk gaji pegawai, yang angkanya mencapai Rp113 triliun dari Rp223 triliun.

Dia menyayangkan, justru belanja modal yang penting untuk peningkatan kualitas SDM angkanya malah kecil, hanya Rp12 triliun. Belanja modal ini pun lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar Rp14 triliun dan belanja lainnya Rp44 triliun.

Bahkan, dana Rp200 triliun yang mengendap di bank pada Mei 2022 dicatat Sri lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2021 dan tahun 2020. Hingga akhir Mei tahun lalu, dana pemda yang mengendap hanya Rp172 triliun, sementara Mei 2020 hanya Rp165 triliun.

"Dana ngendon di bank ini menandakan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, termasuk penyediaan air bersih di daerah tidak jalan atau mandek, padahal rakyat masih membutuhkan infrastruktur dasar," tambah Sri.

Tak hanya itu, dia pun melihat banyak daerah-daerah yang tidak memiliki sarana MCK memadai. Selain itu, tingkat kemiskinan di daerah masih tinggi.

Baca juga: Beri Pesan Khusus kepada Kepala Daerah, Megawati: Jadi Pemimpin Bukan Pejabat

"Tadi Bapak Ibu sekalian lihat begitu nerima transfer dari pusat langsung gampang bayar gaji aja. Apalagi ini sebentar lagi gaji ke-13, itu enggak perlu leadership. Wong ada by account by number. Yang perlu dipikirkan ya tadi, kenapa belanja barangnya banyak," pungkas Sri.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Kepala Daerah Getol...
Kepala Daerah Getol Ajukan Penambahan Wilayah Tambang Rakyat, Terbanyak di Kalimantan
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Rekomendasi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved