Pos Indonesia Yakin Penyaluran BNT Korban Erupsi Semeru Lancar
Jum'at, 17 Juni 2022 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya memastikan bansos tiba di tangan keluarga penerima manfaat, Pos Indonesia juga melengkapi data dengan melakukan perekaman lokasi rumah penerima (geotagging) dan memastikan penerima tepat sasaran melalui face recognition (memotret wajah penerima).
“Untuk geotagging sudah 90%. Sisanya yang belum yaitu rumah penerima yang berada di kepulauan dan pegunungan. Target kami pada akhir Juni selesai,” ucapnya.
Sebagai informasi, Regional V meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat dengan karakteristik wilayah berupa perkotaan, perdesaan, pegunungan, kepulauan.
Melihat topografi wilayah demikian, tak heran bila petugas mengalami sejumlah kendala. Di antaranya kondisi alam misalnya banjir, jarak antar rumah sangat jauh sehingga membuat petugas terpaksa menginap di lokasi.
“Semua data harus terekam dengan baik. Oleh karena itu untuk alokasi 4,2 juta penerima, kami menyiapkan 42.000 petugas dengan asumsi 100 penerima dilayani satu petugas,” ujar Amran.
Selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM), Pos Indonesia juga didukung penggunaan teknologi dalam menyukseskan penyaluran bansos.
“Kami menggunakan aplikasi yang dikategorikan sebagai core banking. Bisa langsung mendeteksi wajah penerima (face recognition) dan geotagging lokasi rumah penerima yang kekuratannya terjamin. Dashboard pun realtime, sehingga data bisa langsung diakses kapan pun,” ucapnya.
“Untuk geotagging sudah 90%. Sisanya yang belum yaitu rumah penerima yang berada di kepulauan dan pegunungan. Target kami pada akhir Juni selesai,” ucapnya.
Sebagai informasi, Regional V meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat dengan karakteristik wilayah berupa perkotaan, perdesaan, pegunungan, kepulauan.
Melihat topografi wilayah demikian, tak heran bila petugas mengalami sejumlah kendala. Di antaranya kondisi alam misalnya banjir, jarak antar rumah sangat jauh sehingga membuat petugas terpaksa menginap di lokasi.
“Semua data harus terekam dengan baik. Oleh karena itu untuk alokasi 4,2 juta penerima, kami menyiapkan 42.000 petugas dengan asumsi 100 penerima dilayani satu petugas,” ujar Amran.
Selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM), Pos Indonesia juga didukung penggunaan teknologi dalam menyukseskan penyaluran bansos.
“Kami menggunakan aplikasi yang dikategorikan sebagai core banking. Bisa langsung mendeteksi wajah penerima (face recognition) dan geotagging lokasi rumah penerima yang kekuratannya terjamin. Dashboard pun realtime, sehingga data bisa langsung diakses kapan pun,” ucapnya.
(dar)
Lihat Juga :